Trump Tunda Serangan ke Iran, Syaratnya Selat Hormuz Dibuka
📅 Senin, 03 Agu 2026, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SKetegangan Maritim
Meski tidak ada laporan serangan udara baru dari Jumat hingga Sabtu, situasi keamanan di kawasan tetap memanas.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan sebagian besar kemampuan pertahanan Iran telah "dihancurkan". Menurutnya, Teheran kini menunjukkan kesediaan untuk bernegosiasi mengenai program denuklirisasi dan pembukaan kembali Selat Hormuz, meski Iran masih dinilai memiliki kemampuan untuk menimbulkan ancaman.
Sementara itu, pada Rabu sebuah drone menyerang kapal pengangkut gas milik AS yang sedang berlabuh di pelabuhan Mesir hingga memicu kebakaran. Pemerintah Mesir masih menyelidiki insiden tersebut dan belum menetapkan pihak yang bertanggung jawab.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada Sabtu, sebuah "proyektil tak dikenal" juga menghantam sebuah kapal tanker di lepas pantai Oman, menurut badan keamanan maritim Inggris.
Sejak pecahnya perang, Iran mempertahankan kendali ketat atas pelayaran di Selat Hormuz dengan mewajibkan kapal memperoleh izin dan membayar biaya transit sebelum melintas.
Perusahaan pemantau perdagangan maritim Kpler melaporkan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!