Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kontingen Korea Selatan Kecam Panitia Asian Games soal Masalah Logistik

📅 Rabu, 23 Sep 2026, 00:08 WIB | Oleh:
Kontingen Korea Selatan Kecam Panitia Asian Games soal Masalah Logistik Doc: Asian Games 2026
Ket. Ilustrasi kontingen Korea Selatan Asian Games 2026.

NAGOYA – Kontingen Korea Selatan melayangkan kritik keras kepada panitia penyelenggara Asian Games Aichi-Nagoya terkait sejumlah persoalan logistik yang dinilai telah mengganggu kenyamanan dan persiapan atlet.

Chef de Mission Korea Selatan, Lee Sang-hyun, mengatakan panitia harus mengambil langkah konkret agar berbagai masalah yang terjadi tidak kembali terulang. Ia juga mengungkapkan bahwa delegasi Korea Selatan telah meminta pertemuan dengan pejabat senior penyelenggara serta menginginkan permintaan maaf secara resmi dari tingkat yang lebih tinggi.

"Kami berharap panitia penyelenggara dan OCA (Dewan Olimpiade Asia) memberikan perhatian lebih besar terhadap persoalan-persoalan ini," kata Lee saat berbicara di Korea House, pusat layanan dan kegiatan kontingen Korea Selatan di Nagoya, Selasa (22/9).

"Lebih dari sekadar meminta maaf, menurut saya yang penting adalah mereka menyusun langkah-langkah konkret untuk mencegah masalah ini kembali terjadi dan kemudian benar-benar menerapkannya."

Lee menambahkan, hingga kini pihak penyelenggara belum memberikan rencana konkret mengenai langkah perbaikan yang akan dilakukan.

OCA, badan yang menaungi penyelenggaraan Asian Games empat tahunan, belum memberikan komentar segera terkait kritik tersebut.

Salah satu persoalan utama muncul dari kebijakan akomodasi yang diterapkan penyelenggara. Demi menekan biaya, panitia tidak membangun perkampungan atlet seperti pada penyelenggaraan Asian Games sebelumnya.

Sebagai gantinya, atlet dan ofisial ditempatkan di berbagai fasilitas, mulai dari hotel, kontainer kayu sementara, hingga kapal pesiar.

Kontingen Korea Selatan kemudian memindahkan tim bola basket putra dari unit kontainer di Garden Pier ke hotel. Keputusan tersebut diambil setelah para pemain mengeluhkan ukuran tempat tidur yang terlalu pendek dan salah satu unit kontainer mengalami kebanjiran akibat hujan deras.

Menurut Lee, kondisi kontainer juga terlalu sempit untuk para pemain bola basket. Selain itu, terjadi kebingungan administratif di kapal pesiar terkait pemesanan kamar dan pembagian kamar yang turut merepotkan atlet.

"Kontainer tersebut sangat sempit bagi para pemain bola basket. Di kapal pesiar juga terjadi kebingungan administratif mengenai pemesanan dan pembagian kamar yang membuat para atlet mengalami ketidaknyamanan," ujar Lee.

"Karena itu, delegasi kami telah berusaha keras mencari akomodasi alternatif di luar fasilitas resmi."

Menurut Lee, upaya tersebut membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi atlet untuk bertanding. Ia bahkan mengaitkannya dengan keberhasilan tim bola basket putra Korea Selatan meraih medali emas.

Masalah logistik juga terjadi pada hari penting bagi tim bola basket putra Korea Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Bahan-bahan Lokal Dimanfaatkan untuk Mengolah Air Gambut  

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bahan-bahan Lokal Dimanfaat...
Daerah
Cegah Stunting Sejak Dini, ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.