Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Riset Alibaba Cloud: Perusahaan Asia Makin Cepat Adopsi AI, Keamanan Data Jadi Tantangan

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 22:15 WIB | Oleh:

Perusahaan juga menginginkan lebih banyak contoh keberhasilan penerapan AI, yang disebut 42 persen responden, pelatihan dari penyedia solusi sebesar 41 persen, serta dukungan lebih kuat dari direksi dan manajemen sebesar 32 persen.

Bahasa Lokal Jadi Faktor Pengembangan AI

Bahasa juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi akses terhadap teknologi AI. Di sejumlah pasar, termasuk Indonesia, Jepang, Korea Selatan, dan Thailand, keterbatasan model AI berkualitas tinggi dalam bahasa lokal masih menjadi hambatan bagi pengembangan AI.

Survei menunjukkan sekitar separuh responden menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama dalam solusi AI. Sementara itu, responden lainnya menggunakan Bahasa Indonesia, Jepang, Korea, Thailand, dan bahasa lokal lainnya. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap produk AI yang mendukung berbagai bahasa Asia secara native.

Investasi Infrastruktur AI Meningkat

Peningkatan adopsi AI juga diikuti dengan rencana investasi infrastruktur dalam skala besar. Alibaba Group telah mengumumkan rencana investasi sedikitnya RMB380 miliar atau sekitar Rp1.012,1 triliun dalam tiga tahun ke depan untuk memperluas infrastruktur komputasi awan dan AI. Nilai tersebut disebut lebih besar dibandingkan total investasi Alibaba di bidang AI dan cloud selama satu dekade sebelumnya.

Alibaba Cloud mengembangkan kapabilitas AI full-stack, mulai dari infrastruktur dasar, platform, hingga model AI yang dikembangkan sendiri, termasuk keluarga model bahasa Qwen dan model Wan untuk menghasilkan gambar serta video.

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa AI telah memasuki tahap penerapan yang lebih luas di perusahaan Asia. Namun, pertumbuhan adopsi tidak hanya bergantung pada ketersediaan model AI. Keamanan data, kepatuhan terhadap regulasi, kesiapan talenta, kemampuan integrasi dengan sistem yang telah ada, serta dukungan bahasa lokal menjadi faktor penting untuk memastikan teknologi tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Bagi perusahaan, tantangannya kini bukan lagi sekadar menentukan apakah AI perlu digunakan, melainkan bagaimana membangun ekosistem AI yang aman, terintegrasi, sesuai kebutuhan industri, dan mampu menghasilkan manfaat bisnis yang terukur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pentagon Jadwalkan Jet Temp...

Promosikan Kain Ulos agar Makin Banyak Dikenal

34 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Promosikan Kain Ulos agar M...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.