Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Riset Alibaba Cloud: Perusahaan Asia Makin Cepat Adopsi AI, Keamanan Data Jadi Tantangan

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 22:15 WIB | Oleh:

Efisiensi operasional dan penghematan biaya berada di posisi berikutnya dengan 63 persen, kemudian mengoptimalkan pertumbuhan pendapatan 48 persen, memperoleh keunggulan kompetitif 45 persen, dan meningkatkan pengalaman pelanggan 43 persen.

Penggunaan AI paling banyak diarahkan untuk analisis data dan pengambilan keputusan dengan 66 persen. Berikutnya adalah layanan pelanggan seperti chatbot 64 persen, pemasaran dan pembuatan konten 58 persen, pengembangan produk termasuk coding 55 persen, serta operasional sumber daya manusia 38 persen.

Perusahaan Mulai Membutuhkan AI dan Cloud Terintegrasi

Meningkatnya penggunaan AI turut mendorong kebutuhan terhadap solusi yang terintegrasi dengan infrastruktur cloud. Sebesar 45 persen responden memilih solusi AI dan cloud yang terintegrasi sepenuhnya.

Sementara itu, 34 persen memilih pendekatan hybrid dengan model yang dapat diterapkan di berbagai cloud. Hanya 16 persen responden yang lebih memilih model AI standalone tanpa infrastruktur cloud yang terintegrasi.

Integrasi AI dan cloud dinilai dapat membantu perusahaan mengelola data dan model secara terpusat. Pendekatan tersebut juga dapat menyederhanakan penerapan teknologi, memperkuat tata kelola keamanan, serta memberikan kontrol yang lebih jelas terhadap biaya.

Privasi dan Keamanan Data Jadi Hambatan Terbesar

Meski adopsi AI semakin cepat, perusahaan masih menghadapi berbagai hambatan untuk memperluas penggunaannya. Privasi dan keamanan data menjadi tantangan utama yang disebut oleh 48 persen responden. Posisi berikutnya ditempati biaya implementasi yang tinggi sebesar 42 persen dan keterbatasan keahlian internal sebesar 37 persen.

Regulasi dan etika juga menjadi perhatian bagi 31 persen responden. Tantangan ini semakin menonjol di sektor dengan regulasi ketat, seperti layanan keuangan, pendidikan, dan sektor publik.

Hambatan lainnya adalah integrasi dengan sistem yang telah ada sebesar 28 persen, terbatasnya akses terhadap solusi yang sesuai 23 persen, ketidakjelasan manfaat investasi atau ROI 22 persen, belum kuatnya kasus penggunaan bisnis 19 persen, serta resistensi dari jajaran manajemen 18 persen.

Solusi AI Spesifik Industri Masih Terbatas

Ketersediaan produk AI secara umum tidak otomatis berarti kebutuhan perusahaan telah terpenuhi. Rata-rata 91 persen responden menyatakan solusi AI telah tersedia di pasar mereka. Namun, perusahaan masih melihat kesenjangan dalam ketersediaan solusi AI end-to-end yang dirancang untuk kebutuhan sektor industri tertentu dan dapat terintegrasi dengan sistem serta alur kerja yang sudah digunakan.

Sebesar 54 persen responden membutuhkan solusi AI yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri. Selanjutnya, 49 persen membutuhkan talenta dan keterampilan yang lebih memadai, sedangkan 45 persen membutuhkan solusi yang lebih mudah diakses dan terjangkau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pentagon Jadwalkan Jet Temp...

Promosikan Kain Ulos agar Makin Banyak Dikenal

34 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Promosikan Kain Ulos agar M...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.