Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kelapa Dalam Berau Makin Dilirik, Peluang Investasinya Bikin Penasaran

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 18:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kelapa Dalam Berau Makin Dilirik, Peluang Investasinya Bikin Penasaran Doc: ANTARA/ HO-Dok Amica Explore
Ket. Pohon kelapa berjejer di Teluk Sumbang, Kabupaten Berau, Kaltim.

SAMARINDA – Pengembangan sektor perkebunan bukan cuma soal meningkatkan hasil panen, tapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Dengan pengelolaan yang semakin modern, peningkatan kualitas produk, dan akses pasar yang lebih luas, komoditas perkebunan bisa memberikan nilai tambah yang lebih tinggi.

Pada akhirnya, sektor ini tak hanya memperkuat pendapatan petani, tetapi juga ikut menggerakkan ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja baru.

Pemerintah Kabupaten Berau menawarkan potensi besar komoditas kelapa dalam di kawasan pesisir yang menjanjikan iklim investasi baru bagi sektor perkebunan daerah.

"Potensi kelapa dalam yang berada di wilayah pesisir kita ini sangat menjanjikan dan terbuka lebar bagi kehadiran para investor," kata Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Samarinda, Minggu (2/8).

Pemerintah daerah saat ini terus berupaya menggeser ketergantungan ekonomi dari sektor pertambangan menuju pengembangan sumber daya alam yang dapat diperbarui secara berkelanjutan.

Wujud keseriusan tersebut dibuktikan dengan masuknya dukungan perluasan kebun kelapa dalam seluas 200 hektare dari pemerintah pusat.

"Bantuan perluasan lahan kelapa dalam seluas 200 hektare ini menjadi modal berharga untuk menggiatkan kembali sektor perkebunan pesisir kita," ujarnya.

Varian tanaman kelapa pesisir ini memiliki keunggulan masa pertumbuhan yang produktif karena sudah mampu berbuah lebat pada usia tiga setengah tahun.

Pengembangan komoditas perkebunan tersebut juga diintegrasikan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang tersebar pada 13 kecamatan dan 100 kampung di seluruh wilayah Berau.

"Melalui pendampingan program Sigap, masyarakat kita di kampung-kampung kini sudah bisa memproduksi minyak goreng lokal berbahan dasar kelapa dalam," sebut Sri Juniarsih.

Keberadaan industri pengolahan skala rintisan kampung tersebut tentu sangat membutuhkan suntikan kemitraan modal agar mampu memproduksi olahan turunan kelapa secara lebih masif dan terstandar.

Untuk menarik minat penanam modal skala besar, pemerintah kabupaten telah meresmikan instrumen Peraturan Daerah Berau Nomor 8 Tahun 2024 tentang pemberian insentif investasi daerah.

"Regulasi terbaru ini kami buat khusus sebagai jaminan kepastian hukum sekaligus jembatan kemudahan perizinan bagi seluruh penanam modal," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Maroko: Romantisme Warna di...
Luar Negeri
Gempa Bumi Dahsyat Kumamoto...
Ekonomi
Kadin Dorong Produk Pertani...
Luar Negeri
Survei: 76 Persen Warga Jep...
Luar Negeri
 Sungai Rhein Mengering, St...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.