Bedah Tuntas, Motor Brebet Usai Isi BBM Pertalite
📅 Selasa, 11 Nov 2025, 16:03 WIB | Oleh: Sujar
Doc: istimewa
JAKARTA -- Fenomena motor mendadak “brebet” usai mengisi bahan bakar jenis Pertalite tengah ramai dirasakan sejumlah pengendara roda dua di wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, dan Martapura. Kondisi ini membuat banyak pemotor memilih beralih menggunakan Pertamax, Jumat (7/11).
Namun tingginya permintaan justru memicu kelangkaan. Di wilayah Banjarbaru – Martapura, Pertamax mulai sulit ditemukan, baik di SPBU Pertamina maupun penjual eceran.
Bahkan, kalau ada stok pertamax di SPBU pun antrean terjadi sangat panjang tidak seperti sebelumnya.
Risqianor, warga Martapura, mengaku kesulitan mendapatkan Pertamax dalam beberapa hari terakhir.
“Saya sudah ke sana kemari mencari Pertamax, namun kosong semua. Baru pagi tadi saya dapat di SPBU Jalan STM Banjarbaru,” ujarnya, Jumat (7/11).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menceritakan, motornya sempat mengalami brebet saat menggunakan Pertalite dari salah satu SPBU di Banjarbaru hingga terpaksa masuk bengkel.
“Motor saya hidup mati-hidup mati setelah isi Pertalite. Jadi terpaksa masuk bengkel. Setelah itu saya hanya berani pakai Pertamax,” ungkapnya.
Apa yang terjadi?
Sebaiknya Anda baca juga:
Motor brebet setelah mengisi Pertalite kemungkinan disebabkan oleh kualitas bahan bakar yang tidak murni (tercampur air atau zat lain) atau ketidaksesuaian RON (angka oktan). Masalah ini dapat menyebabkan pembakaran tidak optimal, yang memicu gejala seperti brebet atau bahkan mati total. Solusinya adalah menguras tangki dan mengganti busi dengan yang baru, lalu menggunakan bensin lain untuk sementara waktu, seperti Pertamax.
Penyebab brebet
-
Bahan bakar tercampur air atau zat lain: Penyebab paling umum adalah adanya kontaminasi pada bahan bakar. Kondisi ini bisa menyebabkan misfire atau brebet.
-
Ketidaksesuaian RON: Jika mesin motor didesain untuk bahan bakar dengan angka oktan lebih tinggi, penggunaan Pertalite (RON 90) dapat menyebabkan pembakaran yang tidak optimal dan brebet.
-
Sistem bahan bakar dan pembakaran kotor: Filter udara atau filter bensin yang kotor dapat menghambat aliran bahan bakar dan udara, yang memengaruhi kinerja mesin.
-
Sistem injeksi yang sensitif: Motor injeksi lebih rentan terhadap masalah kualitas bahan bakar karena adanya sensor dan ECU yang mengatur campuran bahan bakar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!