Makassar Sulap Pulau Lanjukan Jadi Destinasi Bahari Berkelanjutan
📅 Kamis, 24 Sep 2026, 23:30 WIB | Oleh: Tim PenulisMAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadikan Pulau Lanjukang sebagai salah satu destinasi wisata bahari berkelanjutan, sejalan dengan visi dan misi pemerintah kota menjadikan sektor bahari sebagai salah satu kekuatan pariwisata daerah.
"Upaya pengembangan tersebut menjadi bagian dari momentum World Tourism Day atau Hari Pariwisata Dunia yang dilaksanakan pada 25-27 September 2026," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Andi Hendra Hakamuddin di Makassar, Kamis (24/9).
Dia mengatakan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Pemkot Makassar terus mendorong pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan kawasan.
Terkhusus pada Pulau Lanjukang yang berada di wilayah terluar Kota Makassar, lanjut dia, dinilai memiliki potensi wisata bahari yang besar karena kondisi alamnya yang relatif belum banyak tersentuh aktivitas wisata massal.
Berkaitan dengan hal itu, Pemkot Makassar berencana melakukan intervensi secara bertahap dengan membangun sejumlah fasilitas untuk melengkapi sarana yang tersedia di pulau tersebut. Namun, pembangunan fasilitas akan tetap mempertimbangkan aspek konservasi dan daya dukung lingkungan.
"Pulau Lanjukang merupakan salah satu pulau yang akan diintervensi oleh Pemkot Makassar. Beberapa waktu ke depan kami membangun fasilitas untuk melengkapi sarana di sana, tetapi tantangannya adalah konservasi," kata Kadispar Kota Makassar ini.
Ia mengatakan pemerintah telah melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam melihat potensi sekaligus batasan pengembangan Pulau Lanjukang. Sejumlah aturan mengenai hal-hal yang tidak boleh dilakukan (do not) perlu dijaga, sementara fasilitas yang dibutuhkan wisatawan dapat dilengkapi secara terukur.
Menurut dia, pengembangan pariwisata di Pulau Lanjukang tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata. Dinas Perhubungan juga memiliki peran penting, terutama dalam menyiapkan sarana transportasi laut yang aman dan teratur bagi wisatawan.
"World Tourism Day, pengembangan pariwisata bukan hanya tugas satu pihak. Semua pihak terlibat, termasuk Dinas Perhubungan sebagai penyedia sarana transportasi, khususnya pete-pete laut," ujarnya.
Ia menjelaskan hingga kini layanan transportasi langsung menuju Pulau Lanjukang belum tersedia secara khusus. Karena itu, pemerintah tengah mempertimbangkan pengaturan transportasi yang dapat menghubungkan wisatawan secara langsung ke pulau tersebut.
Namun lanjut dia, pengembangan akses transportasi akan dilakukan secara hati-hati karena Pulau Lanjukang merupakan kawasan yang memiliki nilai konservasi. Pemerintah bersama akademisi dan pemangku kepentingan telah melakukan analisis terhadap daya dukung kawasan sebelum menentukan pola kunjungan wisatawan.
"Kita perlu membatasi kunjungan wisata ke sana karena pertimbangan daya dukung, termasuk karena wilayah konservasi. Jumlah pengunjung akan dikontrol untuk mengantisipasi berbagai hal, misalnya sampah," katanya.
Pembatasan tersebut juga berkaitan dengan keberadaan ekosistem dan satwa lokal di sekitar Pulau Lanjukang, seperti gurita, penyu, serta terumbu karang yang perlu dijaga dari tekanan aktivitas wisata yang berlebihan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!