Gubernur Bali Minta Pembangunan Kawasan Batur Berkoordinasi dengan Tokoh Adat
📅 Jumat, 31 Jul 2026, 05:48 WIB | Oleh: SriyonoDengan demikian, pengembangan kawasan tidak harus mempertentangkan antara pelestarian dengan penghidupan masyarakat, keduanya berjalan berdampingan dengan tetap menempatkan kesucian, kelestarian alam, serta warisan leluhur sebagai pijakan utama.
“Yang utama adalah bagaimana kita merawat, menjaga, memuliakan, dan memajukan berbagai warisan leluhur yang adiluhung, kita harus kembali kepada nilai-nilai itu,” tuturnya.
Jro Penyarikan Duuran Ketut Eriadi Ariana menambahkan upacara melaspas ini rangkaian Peringatan 100 Tahun Rarud Batur, dimana lokasinya berada di dasar kaldera yang diyakini asal-muasal pemukiman masyarakat leluhur Batur.
Lokasi tersebut menjadi pengingat bagi generasi penerus mengenai keberadaan awal Desa Adat Batur sebelum masyarakatnya berpindah, dan pada 3 Agustus 1926, masyarakat Batur akan melaksanakan napak tilas untuk mengenang sejarah perpindahan warga dari lokasi lama hingga ke Desa Bayung Gede.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Nama Purwa Mandala Desa Adat Batur atau Desa Let Batur diberikan karena lokasi itu merupakan pusat permukiman masyarakat Batur pada masa lalu, sekaligus lokasi Pura Ulun Danu Batur terdahulu, disinilah persis asal-muasal keberadaan pemukiman warga terdahulu,” kata Jro Penyarikan Duuran.
Penelusuran sejarah lokasi tersebut dilakukan selama sekitar 12 tahun melalui berbagai metode dan diperkuat bukti-bukti autentik, termasuk dokumentasi foto peninggalan masa penjajahan Belanda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!