Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Bali Minta Pembangunan Kawasan Batur Berkoordinasi dengan Tokoh Adat

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 05:48 WIB | Oleh:
Gubernur Bali Minta Pembangunan Kawasan Batur Berkoordinasi dengan Tokoh Adat Doc: antara foto
Ket. Gubernur Bali Wayan Koster

DENPASAR - Gubernur Bali Wayan Koster meminta setiap pembangunan di kawasan Batur, Kintamani, Bangli, agar dikoordinasikan dengan para tetua atau tokoh adat.

“Setiap program yang direncanakan di kawasan tersebut terlebih dahulu dikoordinasikan dengan para tetua adat Batur, dengan demikian setiap pembangunan dan kegiatan dapat berjalan searah dengan nilai, kepercayaan, serta tatanan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun,” kata dia dalam keterangan di Denpasar, Kamis (30/7).

Hal ini disampaikan Koster dalam upacara Melaspas Purwa Mandala Pura Ulun Danu Batur dan Desa Adat Batur rangkaian Peringatan 100 Tahun Rarud Batur, dimana ia mengingatkan bahwa Batur adalah salah satu sumber peradaban Bali.

Pesan ini utamanya diarahkan kepada Kepala BKSDA Provinsi Bali agar membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bangli dan prajuru adat Batur sebagai penguasa wilayah yang masih kuat memegang adat dan tradisi.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk bersama-sama menjaga, membangun, memuliakan, sekaligus mengharmoniskan kawasan Batur.

“Batur tidak hanya memiliki panorama alam yang memikat, tetapi juga menyimpan ingatan kolektif tentang perjalanan masyarakat Bali, menjaga Batur bukan hanya menjaga sebuah tempat, melainkan merawat mata rantai peradaban agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” tutur gubernur.

Pelaksanaan upacara melaspas pura sendiri menurutnya momentum mengenang kembali jejak sejarah Desa Adat Batur pasca-letusan dahsyat 1926 yang memaksa seluruh warga mengungsi (rarud) ke Desa Batur saat ini.

Ini meneguhkan komitmen menjaga kawasan yang diyakini sebagai salah satu sumber peradaban dan kesucian Bali, lebih dari sekadar sebuah kawasan dengan keindahan alam Gunung Batur dan Danau Batur, Batur memiliki kedudukan istimewa dalam kultur spiritual Bali.

Menyambung kehati-hatian dalam pembangunan, pemahaman mengenai sejarah ini penting agar setiap kebijakan yang dibuat tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan kawasan, tetapi benar-benar mampu mengayomi, melindungi, memuliakan, dan merawat warisan leluhur yang ada di Batur.

Pemprov Bali juga mengajak masyarakat melihat Batur bukan semata-mata sebagai tempat suci, melainkan sebagai sumber kesucian sebab mampu memancarkan wilayah sekitarnya, sekaligus menjadi sumber kehidupan.

Maka itu Gubernur Koster menegaskan masyarakat tetap dapat menjadikan kawasan Batur sebagai sumber penghidupan, tetapi harus dilakukan dengan cara yang baik dan tidak merusak kesucian maupun keseimbangan alam.

“Kalau sampai merusak, dampaknya luas, kalau sumber peradaban di Gunung Batur ini kita rusak, auranya akan terganggu dan tidak akan lagi memancarkan kesucian,” ucapnya.

Ia menekankan perlunya menjaga jarak antara kawasan yang menjadi sumber kesucian dengan aktivitas pemanfaatan untuk kepentingan ekonomi.

Kawasan di sekitar Batur dapat ditata dengan menyediakan tempat-tempat yang baik untuk menikmati panorama gunung dan danau tanpa mengganggu kawasan yang memiliki nilai spiritual dan historis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.