Rencana Bisnis 360 Triliun Rupiah FIFA Picu Perlawanan, UEFA: “Sepak Bola Bukan untuk Dijual”
📅 Kamis, 30 Jul 2026, 00:02 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra“Ini bukan bisbol. Piala Dunia FIFA tetap menjadi turnamen olahraga terbesar di planet ini,” kata Micallef.
Namun, ia menilai komersialisasi sepak bola yang terus berkembang mulai mengancam identitas olahraga tersebut.
“Komersialisasi sepak bola yang tanpa henti telah menjadi sesuatu yang merusak. Ini mengancam hal-hal yang menjadikan sepak bola sebagai olahraga paling populer di dunia.”
Dengan nilai bisnis yang mencapai sekitar 360 triliun rupiah, proposal FIFA bukan sekadar perubahan struktur perusahaan. Rencana tersebut berpotensi mengubah cara kompetisi FIFA dikelola dan bagaimana nilai komersial sepak bola global dibagi di masa depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi FIFA, masuknya investor eksternal dapat membuka sumber pendanaan baru dan memperbesar kemampuan organisasi mengembangkan kompetisi serta program sepak bola di seluruh dunia.
Namun bagi UEFA dan sejumlah federasi nasional, persoalannya jauh lebih mendasar: siapa yang berhak menentukan masa depan sepak bola dan siapa yang akan menikmati keuntungan dari nilai ekonominya?
Ketika federasi-federasi anggota merasa tidak dilibatkan sejak awal, isu transparansi menjadi semakin sensitif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Proposal senilai hampir 360 triliun rupiah itu pun kini berpotensi berkembang menjadi pertarungan besar antara FIFA dan para pemangku kepentingan sepak bola dunia, bukan hanya mengenai uang, tetapi juga tentang kekuasaan, tata kelola dan siapa yang sebenarnya memiliki masa depan sepak bola.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!