Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Unggulan Tumbang, Peluang Jonatan dan Alwi di Kejuaraan Dunia BWF 2026 Makin Terbuka

📅 Rabu, 19 Agu 2026, 00:12 WIB | Oleh:
Unggulan Tumbang, Peluang Jonatan dan Alwi  di Kejuaraan Dunia BWF 2026 Makin Terbuka Doc: PBSI
Ket. Jonatan Christie.

NEW DELHI — Jalan menuju podium Kejuaraan Dunia BWF 2026 mulai terbuka bagi Jonatan Christie dan Alwi Farhan. Tumbangnya dua nama besar, Shi Yuqi dan Christo Popov, membuat persaingan tunggal putra di New Delhi semakin terbuka. Namun, peluang tersebut sekaligus menuntut kewaspadaan karena kekuatan para pemain kini semakin merata.

Jonatan Christie yang menjadi unggulan ketiga telah memastikan tempat di babak 32 besar setelah mengalahkan wakil Jerman, Matthias Kicklitz, 21-15, 21-14, di Indira Gandhi Arena, New Delhi, Selasa (18/8).

Kemenangan itu menjadi langkah awal Jonatan dalam perburuan gelar dunia. Pemain berusia 28 tahun tersebut selanjutnya menunggu pemenang pertandingan Fabio Caponio dari Italia melawan Jason Teh dari Singapura.

Di sisi lain, Alwi Farhan yang ditempatkan sebagai unggulan ke-11 juga telah melewati babak pertama. Alwi menundukkan Yoo Tae Bin dari Korea Selatan untuk melanjutkan perjuangannya di turnamen bergengsi tersebut.

Peluang kedua pemain Indonesia semakin menarik setelah dua kandidat kuat juara harus meninggalkan persaingan lebih awal. Shi Yuqi yang berstatus unggulan pertama sekaligus juara bertahan secara mengejutkan dikalahkan pemain tuan rumah Ayush Shetty, 14-21, 21-13, 19-21.

Sehari kemudian, kejutan kembali terjadi. Christo Popov, juara BWF World Tour Finals 2025 dan Kejuaraan Eropa 2026, tak mampu melewati babak pertama. Pemain Prancis itu dikalahkan Kenta Nishimoto dari Jepang, 17-21, 19-21.

Tersingkirnya dua pemain tersebut mengubah peta persaingan. Secara matematis, jalur Jonatan dan Alwi menuju babak akhir menjadi lebih terbuka karena sejumlah potensi lawan berat sudah tidak lagi berada dalam undian.

Namun, Jonatan menyadari bahwa situasi tersebut tidak berarti perjalanan akan menjadi mudah. Justru hasil-hasil mengejutkan di awal turnamen menunjukkan bahwa setiap pemain memiliki peluang mengalahkan siapa pun.

"Saya rasa bukan di turnamen ini saja, sekarang tunggal putra sudah semakin rata. Pemain muda juga sekarang bagus-bagus. Banyak yang bukan buat kejutan lagi, tetapi memang sudah layak berada di top level," ujar Jonatan.

Karena itu, Jonatan tidak mau terlalu bergantung pada peringkat maupun catatan pertemuan. Menurut dia, kesiapan menghadapi pertandingan dan kemampuan beradaptasi di lapangan jauh lebih menentukan.

"Sekarang menurut saya bagaimana persiapan di hari H-nya, eksekusi di dalam lapangan, kondisi perubahannya, adjust-nya, mainnya di situ. Kalau kita bicara di atas kertas, ya cuma di atas kertas saja. Di dalam lapangan 50-50 semuanya," ujarnya.

Ayush Shetty menjadi contoh nyata. Setelah tiga kali kalah dari Shi Yuqi, pemain India itu justru mampu mencatat kemenangan terbesar dalam kariernya di panggung Kejuaraan Dunia. Nishimoto juga menunjukkan pengalaman masih memiliki nilai penting ketika menyingkirkan Popov.

Selain Jonatan dan Alwi, beberapa unggulan masih bertahan, seperti Kunlavut Vitidsarn, Anders Antonsen, Li Shi Feng, Koki Naraoka, Chou Tien-chen, Victor Lai, Alex Lanier, Lin Chun-yi, Loh Kean Yew, dan Lakshya Sen.

Dengan dua unggulan utama sudah tersingkir, peluang Indonesia untuk menempatkan wakil di podium semakin terbuka. Tetapi Jonatan dan Alwi harus tetap menjaga fokus. Di Kejuaraan Dunia New Delhi, bukan peringkat dan nama besar yang menjadi jaminan. Konsistensi, keberanian, serta kemampuan membaca setiap pertandingan akan menentukan sejauh mana langkah mereka berlanjut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.