Rencana Bisnis 360 Triliun Rupiah FIFA Picu Perlawanan, UEFA: “Sepak Bola Bukan untuk Dijual”
📅 Kamis, 30 Jul 2026, 00:02 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra“Kami benar-benar tidak mengetahui proposal ini dan tidak memiliki informasi substantif, termasuk apa sebenarnya proposal tersebut dan kondisi apa yang menyertainya,” kata FA Inggris.
Mereka menilai proses dan tata kelola yang membawa FIFA sampai pada tahap tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam.
Prancis Mulai Berkoordinasi dengan UEFA
Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Philippe Diallo, mengatakan masuknya dana investasi ke dalam entitas komersial yang berada di bawah payung FIFA memunculkan banyak pertanyaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Diallo, federasi anggota tidak dilibatkan dan belum mendapatkan informasi yang cukup untuk menilai keputusan yang dinilainya fundamental bagi masa depan sepak bola.
“Mulai hari ini, saya akan berkomunikasi dengan rekan-rekan utama saya dari federasi-federasi besar Eropa dan Presiden UEFA untuk menentukan bagaimana kami harus menyikapi proyek-proyek ini,” ujar Diallo.
Sikap lebih keras datang dari Presiden LaLiga, Javier Tebas. Melalui media sosial, Tebas menegaskan bahwa kompetisi dan hak komersial FIFA bukanlah milik pribadi Presiden FIFA Gianni Infantino.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Siapa pun yang mencampurkan politik, disiplin, uang dan kekuasaan tanpa transparansi tidak layak memimpin apa pun. Infantino bukan solusi bagi masalah tata kelola FIFA,” kata Tebas.
Blatter: “Tak Ada yang Berhak Menjual Sepak Bola”
Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, juga ikut mengecam rencana tersebut.
Blatter menyinggung kedekatan Infantino dengan Presiden Amerika Serikat yang menurutnya kini telah berkembang menjadi hubungan dengan dimensi finansial yang berpotensi merusak sepak bola.
“Tak seorang pun berhak menjual sepak bola kita,” tegas Blatter.
Sementara itu, CEO Federasi Sepak Bola Denmark, Erik Brogger Rasmussen, menyebut pihaknya sangat serius menyikapi proposal tersebut karena berpotensi membawa konsekuensi besar bagi sepak bola internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!