Biologi Sintetis Buka Jalan “De-Ekstensi” Mammoth Berbulu
📅 Kamis, 30 Jul 2026, 07:37 WIB | Oleh: Haryo BronoDNA purba menjadi dasar penting dalam proyek tersebut. Para ilmuwan dapat mengurutkan genom mammoth dan membandingkannya dengan genom gajah modern untuk mencari perbedaan genetik yang berkaitan dengan adaptasi terhadap iklim dingin.
Perbedaan tersebut dapat mencakup gen yang berkaitan dengan pertumbuhan rambut, distribusi lemak tubuh, bentuk tubuh, metabolisme, hingga kemampuan hemoglobin bekerja dalam kondisi suhu rendah. Colossal menyebut pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah gen yang dianggap berkaitan dengan karakteristik adaptasi dingin mammoth.
Dalam rencana perusahaan, perubahan genetik tersebut akan dimasukkan ke dalam sel gajah melalui teknik penyuntingan genom dan kemudian diuji untuk melihat apakah perubahan tersebut benar-benar menghasilkan karakteristik yang diharapkan. Namun, penting dicatat bahwa proses ini tidak sesederhana “memasukkan gen mammoth” ke tubuh gajah.
Sifat biologis suatu hewan biasanya merupakan hasil interaksi banyak gen dan lingkungan. Karakteristik seperti rambut lebat, lapisan lemak tebal, metabolisme, dan toleransi terhadap suhu rendah dapat melibatkan banyak jalur biologis yang saling berkaitan. Karena itu, menciptakan gajah yang tahan dingin membutuhkan lebih dari sekadar mengubah satu atau dua gen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rekayasa Genetik
Salah satu teknologi utama dalam upaya tersebut adalah CRISPR, metode penyuntingan gen yang memungkinkan ilmuwan melakukan perubahan pada bagian tertentu dari genom. Secara sederhana, CRISPR dapat digunakan seperti alat penyuntingan molekuler. Para ilmuwan menentukan bagian DNA yang ingin diubah, kemudian menggunakan sistem CRISPR untuk memotong atau memodifikasi bagian tersebut.
Dalam proyek mammoth, teknologi ini digunakan untuk mengeksplorasi perubahan genetik yang ditemukan melalui perbandingan antara genom mammoth dan gajah modern. Targetnya adalah menghasilkan sel gajah yang membawa perubahan genetik tertentu yang berkaitan dengan karakteristik adaptasi dingin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, para ilmuwan harus memastikan bahwa perubahan tersebut tidak menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Perubahan pada satu gen dapat memengaruhi fungsi biologis lain, sehingga pengujian harus dilakukan secara bertahap.
Colossal menyebut salah satu tujuan proyeknya adalah mengembangkan teknologi multiplex genome editing, yaitu kemampuan melakukan banyak perubahan genetik secara bersamaan. Perusahaan tersebut juga menjadikan penelitian mengenai dasar genetik adaptasi dingin sebagai salah satu sasaran utama proyek mammoth. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!