Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Biologi Sintetis Buka Jalan “De-Ekstensi” Mammoth Berbulu

📅 Kamis, 30 Jul 2026, 07:37 WIB | Oleh:
Biologi Sintetis Buka Jalan “De-Ekstensi” Mammoth Berbulu Doc: TIMOTHY A. CLARY / AFP
Ket. Seekor mammoth berbulu (Mammuthus primigenius) dipasang sebagai bagian dari pameran "The Secret World of Elephants" di Museum Sejarah Alam Amerika di New York.

UPAYA menghidupkan kembali karakteristik hewan yang telah punah memasuki babak baru seiring berkembangnya teknologi biologi sintetis dan penyuntingan gen. Salah satu proyek paling ambisius adalah upaya menghadirkan kembali woolly mammoth atau mammoth berbulu, hewan besar yang pernah mendominasi wilayah Arktik sebelum akhirnya punah ribuan tahun lalu.

Namun, para ilmuwan tidak benar-benar berupaya menghidupkan kembali mammoth dengan menyalin seluruh genom hewan yang telah punah tersebut. Strategi yang dikembangkan lebih menyerupai rekayasa biologis: menggunakan gajah Asia sebagai kerabat hidup terdekat, kemudian mempelajari dan merekayasa sejumlah karakteristik genetik mammoth yang berkaitan dengan kemampuan bertahan di lingkungan dingin.

Upaya tersebut menjadi bagian dari bidang yang dikenal sebagai de-extinction, yakni pendekatan ilmiah untuk mengembalikan karakteristik biologis spesies yang telah punah melalui teknologi seperti pengurutan DNA purba, penyuntingan gen, sel punca, dan teknologi reproduksi.

Salah satu perusahaan yang paling agresif mengembangkan teknologi tersebut adalah Colossal Biosciences. Perusahaan ini mengembangkan proyek untuk menghasilkan gajah yang memiliki sejumlah ciri utama mammoth berbulu dan mampu hidup di lingkungan dingin.

Dalam penjelasannya, Colossal menyebut tujuan proyek tersebut bukan sekadar menciptakan hewan yang secara visual menyerupai mammoth. Targetnya adalah menghasilkan gajah yang memiliki karakter biologis yang memungkinkan hidup di lingkungan dingin, termasuk karakteristik rambut, penyimpanan lemak, dan kemampuan fisiologis lainnya.

“Tujuan kami bukan sekadar menghidupkan kembali mammoth berbulu, tetapi menciptakan gajah tahan dingin dengan seluruh ciri biologis utama mammoth berbulu yang dapat menghuni ekosistem yang sebelumnya ditinggalkan oleh kepunahannya,” demikian penjelasan Colossal mengenai proyek tersebut.

Sel Punca Gajah

Salah satu tantangan terbesar dalam proyek ini adalah mengembangkan sistem biologis yang memungkinkan para ilmuwan melakukan eksperimen genetik pada gajah. Pada 2024, Colossal mengumumkan keberhasilan menghasilkan induced pluripotent stem cells (iPSC) dari gajah Asia. Sel iPSC merupakan sel dewasa yang telah diprogram ulang ke kondisi pluripoten, sehingga memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel tubuh.

Pencapaian tersebut penting karena sel punca dapat menjadi platform untuk mempelajari bagaimana perubahan gen tertentu memengaruhi karakteristik biologis gajah. Para ilmuwan dapat menggunakan sel tersebut untuk menguji hasil penyuntingan gen sebelum melangkah ke tahap yang jauh lebih kompleks, seperti pembentukan embrio.

Majalah ilmiah Nature mencatat bahwa keberhasilan mengubah sel gajah ke kondisi mirip embrionik merupakan langkah penting, tetapi masih terdapat tantangan besar sebelum teknologi tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan hewan dengan karakteristik mammoth.

“Para ilmuwan akhirnya berhasil membawa sel gajah ke kondisi embrionik,” tulis Nature dalam ulasannya mengenai kemajuan teknologi sel punca gajah. Namun, media ilmiah tersebut juga menekankan bahwa penggunaan sel hasil pemrograman ulang untuk menghasilkan mammoth masih jauh dari mudah.

Keberhasilan menghasilkan iPSC gajah juga memiliki manfaat di luar proyek mammoth. Teknologi tersebut berpotensi digunakan untuk mempelajari penyakit pada gajah dan mengembangkan strategi konservasi bagi spesies gajah yang saat ini terancam punah. Dengan demikian, riset de-ekstensi tidak hanya berorientasi pada spesies yang sudah punah, tetapi juga dapat menghasilkan teknologi yang berguna untuk melindungi kerabatnya yang masih hidup.

Mengapa Gajah Asia?

Gajah Asia (Elephas maximus) menjadi salah satu kandidat utama dalam proyek de-ekstensi mammoth karena memiliki hubungan evolusioner yang dekat dengan mammoth berbulu. Kedua hewan tersebut sama-sama berasal dari kelompok Elephantidae. Karena itu, para ilmuwan dapat membandingkan genom gajah Asia dengan DNA mammoth yang diperoleh dari sisa-sisa tubuh yang terawetkan di lapisan es dan permafrost Siberia serta Alaska.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...

KPK Usut Izin WNA, Dugaan Korupsi BPJS TKA Ikut Terungkap

27 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Nasional
KPK Usut Izin WNA, Dugaan K...
Nasional
Nasib Guru PPPK Terjawab! P...
Daerah
Peragaan Busana Bambu Karya...
Nasional
Terungkap! Ini Alasan KPK M...
Rona
'Mutiny': Balas Dendam Brut...
Nasional
Rapat Evaluasi atas Kecelak...
Nasional
Capaian Kinerja Dewan Pers
Daerah
Perusakan dan Pengupasan Ku...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.