Zidane Wujudkan Mimpi, Resmi Latih Timnas Prancis hingga Piala Dunia 2030
📅 Rabu, 29 Jul 2026, 00:15 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra"Nanti kalian akan melihat sendiri gaya bermain saya. Saya hidup untuk permainan ini. Saya adalah seorang nomor 10, dan yang selalu memotivasi saya adalah mencetak gol. Saya tinggal di Spanyol selama 25 tahun dan semua orang tahu apa artinya itu. Saat masih bermain saya adalah seorang pemimpin. Kini saya ingin menjadi pemimpin lewat pengalaman yang saya miliki."
Ia pun mengaku emosional bisa kembali mengabdi kepada tim nasional.
"Menjadi juara dunia pada 1998 adalah momen terbaik dalam hidup saya. Saya menunggu empat atau lima tahun untuk hari itu tiba. Saya sangat emosional. Mungkin kalian tidak bisa melihatnya, tetapi saya benar-benar bahagia."
Karier Zidane di level klub juga dipenuhi prestasi. Sebelum bergabung dengan Real Madrid pada 2001, ia tampil dalam 212 pertandingan bersama Juventus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bersama Real Madrid, ia memainkan 227 pertandingan dalam lima musim, mencetak 49 gol dan 67 assist, serta langsung mempersembahkan trofi Liga Champions pada musim pertamanya.
Setelah gantung sepatu, Zidane kembali ke Santiago Bernabeu sebagai asisten pelatih pada 2013 sebelum dipercaya menjadi pelatih kepala pada 2016.
Di sinilah namanya benar-benar melambung sebagai pelatih elite dunia. Dalam periode pertamanya memimpin Real Madrid, Zidane mencetak sejarah dengan membawa klub tersebut meraih tiga gelar Liga Champions secara beruntun pada 2016, 2017, dan 2018—prestasi yang hingga kini belum mampu disamai pelatih lain.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia kembali menangani Real Madrid pada 2019 dan mempersembahkan satu gelar La Liga sebelum meninggalkan klub pada 2021.
Kini, Zidane mengikuti jejak Laurent Blanc dan Deschamps sebagai anggota skuad juara dunia 1998 yang kemudian dipercaya menangani tim nasional Prancis.
Target berikutnya sudah menanti: membawa Les Bleus bersaing memperebutkan gelar pada Piala Dunia 2030.
Meski berjanji menghadirkan sentuhan khasnya sendiri, Zidane menegaskan tidak akan menghapus fondasi yang telah dibangun pendahulunya. "Perjalanan Les Bleus sangat luar biasa dan sepak bola yang mereka tampilkan juga sangat indah. Semua orang menikmatinya. Kami akan melakukan beberapa hal dengan cara yang berbeda. Deschamps adalah Deschamps, Blanc adalah Blanc, dan Zizou adalah Zizou. Saya akan melakukan apa yang saya kuasai, tetapi tetap menjaga kesinambungan agar tim nasional Prancis terus menjadi tim yang menang."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!