Aksi di Depan DPR Berujung Kerusakan, Polda Metro Jaya Mulai Pendataan
📅 Jumat, 28 Agu 2026, 00:10 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta – Polda Metro Jaya melakukan inventarisasi kerusakan fasilitas umum dan fasilitas lainnya setelah aksi penyampaian pendapat di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/8).
“Kami belum mendapat data pasti, tapi nanti kami juga akan melakukan inventarisasi terkait kerusakan-kerusakan yang ada," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta, Kamis malam.
Budi mengatakan sejumlah kerusakan terlihat setelah situasi di sekitar kompleks parlemen mengalami eskalasi pada sore hingga malam hari.
Menurut dia, setelah massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) selesai menyampaikan aspirasi dan meninggalkan lokasi, massa dari sejumlah elemen lain masih berdatangan.
Sebagian massa kemudian tidak lagi menyampaikan aspirasi, tetapi disebut melakukan perusakan dan pembakaran di sekitar gerbang Gedung DPR/MPR.
Sebaiknya Anda baca juga:
Budi mengatakan polisi belum dapat memastikan apakah fasilitas transportasi umum maupun fasilitas lainnya di sekitar lokasi turut mengalami kerusakan karena proses pendataan masih berlangsung.
Ia menegaskan perusakan fasilitas umum dapat berdampak terhadap aktivitas dan pelayanan masyarakat.
Polda Metro Jaya juga melakukan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR serta ruas jalan tol yang mengarah ke kawasan tersebut untuk menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Budi mengatakan normalisasi arus lalu lintas akan dilakukan setelah situasi memungkinkan.
“Kami memahami ini adalah hari kerja, bagaimana masyarakat juga dalam kondisi aman. Jakarta adalah milik kita bersama untuk kita sama-sama menjaga Jakarta," ujarnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menegaskan pengamanan aksi penyampaian aspirasi dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan mempertimbangkan kepentingan masyarakat.
"Polri telah memberikan peringatan untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan-tindakan berupa perusakan," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis malam.
Budi mengatakan langkah pengamanan ditingkatkan setelah situasi di sekitar kompleks parlemen mengalami eskalasi pada sore hingga malam hari.
Setelah aksi AMPB selesai, sejumlah massa dari elemen lain masih berada dan berdatangan ke lokasi. Sebagian massa kemudian disebut mencoba mendorong dan merusak pagar utama Gedung DPR/MPR serta melakukan pembakaran di sekitar pintu gerbang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!