Zverev Dapat Peluang Emas di US Open, Jadi Unggulan Teratas
📅 Jumat, 28 Agu 2026, 00:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNEW YORK — Alexander Zverev datang ke US Open 2026 dengan status unggulan pertama dan peluang emas untuk kembali meraih kejayaan di panggung Grand Slam. Absennya petenis nomor satu dunia Jannik Sinner serta kondisi juara bertahan Carlos Alcaraz yang belum sepenuhnya pulih membuka jalan lebih lebar bagi petenis Jerman tersebut untuk memburu gelar keduanya.
Untuk pertama kalinya, Zverev memasuki US Open dengan status juara Grand Slam. Ia berhasil memutus dominasi Sinner dan Alcaraz ketika menjuarai Prancis Open pada Juni lalu.
Sebelum kemenangan Zverev di Roland Garros, Sinner dan Alcaraz bergantian menguasai sembilan gelar Grand Slam terakhir. Namun, situasi berubah ketika Sinner secara mengejutkan tersingkir di babak kedua French Open dan Alcaraz absen. Zverev memanfaatkan peluang tersebut untuk akhirnya meraih trofi yang sudah lama menjadi obsesinya.
Petenis berusia 29 tahun itu kemudian melanjutkan performa apiknya dengan mencapai final Wimbledon untuk pertama kalinya. Namun, langkahnya dihentikan Sinner. Kekalahan tersebut sekaligus memperpanjang catatan buruk Zverev saat menghadapi petenis Italia itu menjadi 10 pertandingan beruntun.
Kini, New York menghadirkan kesempatan baru. US Open memang belum menjadi panggung yang bersahabat bagi Zverev sejak terobosannya pada 2020. Saat itu, ia hanya berjarak satu gim dari gelar juara sebelum akhirnya kalah dari Dominic Thiem dalam final dramatis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Zverev kembali mencapai semifinal pada 2021 dan perempat final pada 2023 serta 2024. Namun, pada US Open tahun lalu, perjalanannya berhenti di babak ketiga.
Rekor tersebut membuat kiprahnya di Flushing Meadows cukup beragam. Kendati demikian, situasi tahun ini mengingatkan pada kondisi yang mengantarnya menuju kesuksesan di Paris.
Absennya Sinner karena cedera lutut kanan yang terus mengganggunya menjadi keuntungan besar bagi Zverev. Di sisi lain, Alcaraz kembali ke kompetisi setelah sekitar empat bulan menepi akibat masalah pergelangan tangan dan masih minim pertandingan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kombinasi tersebut membuat Zverev memiliki jalur yang relatif lebih terbuka menuju gelar Grand Slam keduanya. Untuk pertama kalinya di New York, ia juga datang dengan status sebagai salah satu pemain yang paling diburu.
Namun, peluang besar itu belum tentu berarti tugas mudah. Performa Zverev dalam rangkaian turnamen lapangan keras Amerika Utara menjelang US Open masih menjadi tanda tanya. Ia tersingkir pada babak pertama di Toronto sebelum mencapai putaran keempat Cincinnati.
Di Cincinnati, Zverev sebenarnya memiliki peluang untuk melangkah lebih jauh. Namun, ia gagal memanfaatkan match point dan akhirnya dikalahkan petenis Amerika Serikat, Tommy Paul.
Meski demikian, karakter permainan Zverev sangat cocok dengan lapangan keras. Servis keras dan permainan baseline yang agresif menjadi dua senjata utama pemain Jerman tersebut.
Dari 25 gelar sepanjang kariernya, 15 diraih di lapangan keras, sebuah catatan yang menunjukkan betapa berbahayanya Zverev di permukaan tersebut.
Kembalinya Zverev ke posisi peringkat dua dunia pekan ini menjadi tambahan motivasi. Setelah bertahun-tahun mengejar gelar Grand Slam, keberhasilannya menjuarai Roland Garros telah mengubah statusnya dari penantang menjadi salah satu favorit utama.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!