Bappenas dan UNICEF Perkuat Investasi Anak untuk Masa Depan
📅 Jumat, 28 Agu 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiJakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai United Nations Children's Fund (UNICEF) memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan investasi jangka panjang pada anak.
“Investasi pada anak-anak bukan sekadar kebutuhan, tetapi merupakan keharusan. Oleh karena itu, banyak strategi dan program pemerintah Indonesia yang menyasar tidak hanya anak tetapi juga ibu,” ucapnya dalam pertemuan dengan Perwakilan UNICEF Indonesia Maniza Zaman di Jakarta, Kamis (27/8).
Dikutip dari Antara, Pemerintah Indonesia dan UNICEF telah menjalin kerja sama sejak penandatanganan Basic Country Agreement (BCA) pada 1966. Hingga kini, kedua pihak telah berkolaborasi melalui 13 siklus rencana aksi lima tahunan melalui Country Programme Action Plan (CPAP).
Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, antara lain gizi, kesehatan, sanitasi dan air bersih (Water, Sanitation and Hygiene/WASH), pendidikan, perlindungan anak, serta kebijakan sosial.
Pemerintah Indonesia juga menempatkan anak sebagai salah satu prioritas dalam berbagai program pembangunan. Serta peluncuran Kerangka Kerja Nasional untuk mencegah kematian ibu dan anak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena itu, Bappenas bersama UNICEF akan terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor guna mendukung pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam pemenuhan hak anak.
Rachmat menekankan bahwa investasi sumber daya manusia membutuhkan waktu panjang untuk memberikan hasil sehingga manfaatnya tidak selalu dapat dirasakan secara langsung.
“Human investment tidak dapat dirasakan manfaatnya secepat membangun pabrik, kita butuh waktu lebih. Jika kita menyelesaikan permasalahan saat ini, maka manfaatnya akan dirasakan oleh generasi selanjutnya atau dua generasi berikutnya atau bahkan oleh generasi ke-3,” ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Maniza Zaman memastikan UNICEF tetap memberikan dukungan teknis dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah Indonesia. Kepemimpinannya di UNICEF Indonesia akan berakhir dan mulai September 2026 akan dilanjutkan oleh Thomas Davin.
“Kemitraan strategis ini diharapkan terus berlanjut guna menghasilkan best practices yang dapat diadopsi menjadi kebijakan nasional,” kata Maniza.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!