Tak Lagi Jual Bahan Mentah, NTT Genjot Klaster Rumput Laut Bernilai Tambah
📅 Rabu, 29 Jul 2026, 22:00 WIB | Oleh: Tim PenulisPendampingan meliputi penerapan CBIB, mulai dari pemilihan lokasi budidaya sesuai daya dukung lingkungan, penggunaan bibit berkualitas, pengaturan jarak tanam, pemeliharaan yang ramah lingkungan, pengelolaan limbah budidaya, hingga teknik panen dan penanganan pascapanen.
Dia menambahkan, kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, dan investor terus diperkuat untuk menghadirkan inovasi teknologi budidaya yang lebih efisien, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan.
Melalui strategi tersebut, Pemprov NTT menargetkan rumput laut tidak hanya menjadi komoditas unggulan daerah, tetapi juga motor penggerak ekonomi biru yang mampu meningkatkan daya saing, menciptakan nilai tambah, serta mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir di NTT.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!