Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tembakau Lumajang Makin Mahal, Harga Tembus Rp60 Ribu per Kg

3 Minggu, 20 Sep 2026, 12:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tembakau Lumajang Makin Mahal, Harga Tembus Rp60 Ribu per Kg Tembakau Lumajang Makin Mahal, Harga Tembus Rp60 Ribu per Kg Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Lumajang
Ket. Petani merawat tanaman tembakau di Lumajang, Jatim.

LUMAJANG – Harga tembakau kembali menjadi perhatian di tengah memasuki musim panen dan dinamika industri hasil tembakau.

Bagi petani, harga menjadi penentu utama pendapatan dan keberlanjutan usaha, sementara bagi industri, perubahan harga bahan baku turut memengaruhi biaya produksi dan daya saing.

Karena itu, kepastian harga tembakau menjadi penting agar kepentingan petani dan pelaku industri tetap berjalan beriringan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menyebut harga tembakau di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, cukup baik yakni menembus Rp60 ribu per kilogram, sehingga mendorong petani untuk meningkatkan produktivitasnya pada musim tanam tembakau di wilayah setempat.

Musim panen membawa kabar positif bagi petani tembakau di Kabupaten Lumajang karena harga tembakau rajangan jenis Kasturi tahun ini berada pada kisaran Rp33 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, sementara hasil produksi disebut terserap dengan baik oleh pasar.

"Kondisi tersebut memberi ruang bagi petani untuk memperoleh nilai ekonomi dari hasil panen, setelah melalui proses budidaya hingga pengolahan tembakau rajangan," kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang Mamiworo, dalam keterangannya di Lumajang, Minggu (20/9).

Ia mengatakan bahwa harga tertinggi tembakau rajangan kasturi tahun ini mencapai Rp60 ribu per kilogram dan adapun harga terendah berada di kisaran Rp33 ribu per kilogram.

"Untuk tahun ini harga cukup bagus. Rajangan Kasturi top price Rp60 ribu, terendah Rp33 ribu. Untuk tembakau jenis Burley harga sama dengan tahun kemarin yakni sekitar Rp57 ribu per kilogram," tuturnya.

Selain harga, tersedianya akses pemasaran menjadi faktor penting bagi petani ketika memasuki masa panen. Mamiworo menyebut produksi tembakau Lumajang tahun ini mendapat serapan yang baik, salah satu perusahaan yang melakukan pembelian adalah PT AOI karena semua bisa dibeli.

"Dengan adanya penyerapan perusahaan serta jalur pemasaran melalui pedagang, petani memiliki sejumlah akses untuk memasarkan hasil panennya dan kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga agar hasil produksi tidak berhenti di tingkat petani," katanya.

Bagi petani, harga dan pasar merupakan dua hal yang saling berkaitan. Harga yang relatif baik akan lebih berarti ketika hasil panen memiliki akses untuk dijual. Sebaliknya, tersedianya pasar membantu petani memperoleh nilai ekonomi dari produksi yang telah dihasilkan.

"Karena itu, DKPP Kabupaten Lumajang tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga menjaga kualitas produksi dan memperkuat hubungan antara petani dengan pelaku usaha," katanya.

Ia menjelaskan pendampingan dilakukan melalui fasilitasi kemitraan petani dan pelaku usaha, pendampingan budidaya, bantuan sarana produksi pertanian, serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian.

"Upaya tersebut diarahkan agar petani memiliki dukungan mulai dari proses budidaya hingga memasuki tahap panen dan pemasaran," ujarnya.

Musim panen tembakau tahun ini sekaligus menunjukkan pentingnya menjaga kualitas hasil produksi dan membuka akses pasar. Ketika keduanya berjalan beriringan, hasil kerja petani memiliki peluang lebih besar untuk memberikan nilai ekonomi bagi keluarga.

"Bagi Kabupaten Lumajang, keberlanjutan komoditas tembakau juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah-wilayah sentra perkebunan, sehingga penguatan produktivitas, kualitas, kemitraan, dan akses pemasaran tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan komoditas tersebut," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
PON Butuh Anggaran Rp1 Tril...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.