Semester I-2026 Moncer, BKPM Ungkap Tren Investasi Jepang Makin Agresif Masuk Indonesia
📅 Rabu, 29 Jul 2026, 17:05 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Investasi Jepang ke Indonesia tetap menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat kapasitas industri nasional.
Berbeda dengan investasi yang berorientasi jangka pendek, modal dari Jepang umumnya diarahkan pada pembangunan sektor manufaktur, otomotif, elektronik, hingga infrastruktur yang mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong alih teknologi, dan memperkuat rantai pasok domestik.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, keberlanjutan investasi Jepang juga menjadi indikator kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi, kepastian regulasi, dan prospek pertumbuhan Indonesia.
Tantangan berikutnya adalah memastikan investasi tersebut semakin bernilai tambah melalui peningkatan penggunaan komponen lokal, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan industri pendukung agar manfaatnya semakin luas bagi perekonomian nasional.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai tren investasi atau penanaman modal asing (PMA) dari Jepang ke Indonesia menguat pada semester I tahun 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Riyatno mengatakan, hal itu tercermin dari Jepang yang menduduki posisi keempat sebagai negara dengan PMA terbesar di Indonesia per semester pertama tahun ini.
“Kemitraan ini terus menunjukkan tren yang menguat, dan pada semester pertama tahun 2026, Jepang menduduki posisi investor terbesar keempat di Indonesia dengan realisasi sebesar 1,9 miliar dolar AS atau berkontribusi 6,2 persen terhadap total penanaman modal asing,” kata Riyatno dalam peluncuran buku “Dampak Paviliun Indonesia dalam World Expo di Osaka Jepang pada 2025”, di Jakarta, Rabu (29/7).
“Angka ini bukan sekadar statistik, namun merefleksikan kepercayaan yang tumbuh dari sebuah kemitraan panjang,” ujar dia menambahkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun secara umum, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat bahwa sepanjang periode Januari sampai dengan Juni 2026 atau semester I-2026, total investasi yang masuk Indonesia sebanyak Rp1.010,6 triliun.
Sementara itu, terkait dengan komposisi investasi yang masuk, yaitu penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN), tercatat total investasi masing-masing sebesar Rp507,6 triliun dan Rp502,9 triliun.
Lebih lanjut, Riyatno mengatakan pemerintah juga berkomitmen untuk memanfaatkan berbagai ajang internasional yang strategis guna menggaet lebih banyak lagi penanaman modal asing ke Indonesia.
Salah satunya adalah keikutsertaan Indonesia dalam World Expo 2025 di Osaka, Jepang, yang menghasilkan potensi kerja sama dan investasi dengan estimasi nilai mencapai 28,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS), dengan sektor industri hijau dan hilirisasi mencapai komitmen senilai 22,3 miliar dolar AS.
“Bagi kami, ini bukan semata soal mengenalkan produk, ini adalah wujud kemitraan penambahan modal,” kata dia lagi.
Riyatno mengatakan, kehadiran Pavilion Indonesia pada World Expo 2025 Osaka juga menjadi ruang untuk merawat sekaligus memperluas kemitraan bilateral, memperkenalkan peluang investasi baru kepada dunia usaha di Jepang, dan meletakkan fondasi yang lebih kokoh bagi kerja sama investasi kedua negara di masa mendatang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!