Perikanan Lokal Cirebon Didorong Lebih Kompetitif, Jangkauan Pemasaran Diperluas
📅 Rabu, 29 Jul 2026, 18:20 WIB | Oleh: Tim PenulisCIREBON – Memperluas akses pasar bagi produk perikanan lokal menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sektor kelautan sekaligus memperkuat kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha.
Akses pasar yang lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri, mendorong peningkatan standar kualitas, pengolahan hasil perikanan, serta efisiensi rantai distribusi.
Namun, upaya ini perlu diimbangi dengan penguatan sertifikasi, logistik rantai dingin (cold chain), dan pemasaran digital agar produk perikanan lokal mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar yang semakin kompetitif.
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, membantu memperluas akses pasar bagi produk perikanan lokal melalui penyelenggaraan bazar perikanan yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar).
Kepala DKPP Kabupaten Cirebon Sudiharjo di Cirebon, Rabu, mengatakan program tersebut dirancang untuk mempertemukan langsung pelaku usaha dengan konsumen sekaligus memperkenalkan beragam produk unggulan perikanan kepada masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, perluasan akses pasar menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan penjualan produk perikanan sekaligus memperkuat perekonomian pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan.
"Bazar ini rutin kami laksanakan. Melalui program ini kami ingin meningkatkan konsumsi ikan masyarakat, memperluas pemasaran produk UMKM perikanan, sekaligus memperkuat perekonomian pelaku usaha perikanan lokal," katanya.
Ia menuturkan Kabupaten Cirebon memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar, sehingga perlu terus dioptimalkan agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dalam kegiatan bazar, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas, mulai dari ikan segar, hasil budidaya, frozen seafood, hingga aneka produk olahan seperti bakso ikan, abon, kerupuk, ikan pindang, sambal ikan, terasi, keripik, pepes, dan berbagai produk inovatif lainnya," katanya.
Berdasarkan data DKPP, produksi perikanan tangkap Kabupaten Cirebon pada 2025 mencapai 37.163,88 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,22 triliun, menunjukkan besarnya potensi yang dapat dikembangkan melalui perluasan jaringan pemasaran.
Pihaknya merinci komoditas rajungan menjadi penyumbang produksi dan nilai ekonomi terbesar dengan volume 5.775,44 ton senilai sekitar Rp404,28 miliar, disusul udang dogol senilai Rp133,41 miliar dan udang jerbung sebesar Rp87,65 miliar.
Di sektor hilir, kata dia, produksi olahan hasil perikanan Kabupaten Cirebon sepanjang 2025 mencapai 12.884,72 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp444,23 miliar, yang didominasi penanganan produk segar, pemindangan, dan pembekuan.
Lebih lanjut, Sudiharjo mengatakan pemerintah daerah pun terus mengampanyekan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai langkah meningkatkan konsumsi ikan yang kaya protein, omega-3, vitamin, dan mineral.
"Ikan sangat bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan balita, meningkatkan kecerdasan anak, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas," ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!