Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengelolaan Sampah Jadi Materi “TC” Finalis Abnon

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 11:08 WIB | Oleh:
Pengelolaan Sampah Jadi Materi “TC” Finalis Abnon Doc: ist
Ket. abang none

JAKARTA – Pengelolaan sampah menjadi materi training center (TC) sebanyak 36 finalis Abang dan None (Abnon) Jakarta. Mereka mengunjungi Balai Kota Jakarta untuk mempelajari berbagai program pengelolaan sampah berkelanjutan yang dijalankan Pemprov Jakarta.

Kegiatan yang digelar Biro Umum dan Administrasi Sekretariat Daerah (ASD) Setda Jakarta ini diharapkan membekali para finalis dengan wawasan yang nantinya dapat disosialisasikan kepada masyarakat sebagai duta pariwisata dan budaya Jakarta. Kepala Bagian Pengamanan, Pelayanan, dan Perlengkapan Biro Umum dan ASD Setda Jakarta, Bayu Andalas, mengatakan, Balai Kota Jakarta tengah dipersiapkan menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular melalui program “Jakarta Waste and Eco Innovation Center.”

Program tersebut ditargetkan mampu mengurangi timbulan sampah dari sumber hingga 40 persen pada tahun ini serta mewujudkan target zero waste pada 2030. "Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan Gubernur Jakarta dalam mendorong budaya memilah sampah sejak dari sumber," ujar Bayu, Selasa (28/7).

Menurut Bayu, langkah tersebut menjadi penting karena beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang terus meningkat seiring bertambahnya volume sampah. Di sisi lain, Kompleks Balai Kota yang memiliki sekitar 4.200 pegawai juga menghasilkan sampah setiap hari sehingga perlu menjadi bagian dari solusi.

Melalui kerja sama dengan Rekosistem, Pemprov menghadirkan Waste and Eco Innovation Center sebagai pusat edukasi sekaligus pengolahan sampah. Fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat pemilahan sampah, tetapi juga ruang pamer produk hasil daur ulang yang dibuat dari limbah oleh para pegawai, termasuk petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).

Selain itu, program tersebut mencakup edukasi dan pelatihan penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R), serta pemantauan proses pengelolaan sampah mulai dari pemilahan hingga diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah.

Dikatakan Bayu, Balai Kota Jakarta diharapkan dapat menjadi percontohan bagi gedung-gedung perkantoran lain dalam menerapkan pengelolaan sampah berkelanjutan. "Ke depan konsep Waste and Eco Innovation Center akan direplikasi ke berbagai gedung pemerintahan di Jakarta," tambahnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan sampah kini tidak lagi sekadar mengumpulkan dan membuang sampah ke tempat pemrosesan akhir. Melalui sistem tersebut, sampah diolah menjadi produk daur ulang, kompos, maupun hasil olahan lainnya sehingga hanya menyisakan residu yang dikirim ke TPST Bantargebang.

Untuk memperluas edukasi kepada masyarakat, Pemprov bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga menggelar Jakarta Eco Future Festival di Balai Kota Jakarta. Kegiatan ini melibatkan masyarakat dan pelajar untuk mengedukasi pentingnya memilah sampah sejak dari sumber. Dalam kesempatan itu, Bayu turut mengajak para finalis Abang None Jakarta menyosialisasikan budaya pengelolaan sampah dan gaya hidup berkelanjutan kepada masyarakat.

"Pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap semakin banyak pihak yang terlibat untuk mendukung terwujudnya Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan," kata Bayu. Selain mengikuti pemaparan, para finalis Abang None juga mengikuti pelatihan mendaur ulang botol plastik bekas menjadi berbagai aksesori dan perhiasan sebagai contoh pemanfaatan kembali sampah anorganik.

BERITA TERKAIT

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Setop Impor Agar Petani Tebu Termotivasi Meningkatkan Produktivitas
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi di industri pengolahan pangan, saya sangat ...
  • Tak Bisa Jalan Sendiri, Industri Besar Diminta Angkat IKM dan UMKM
    Preview komentar:
    Transformasi pendekatan CSR dari yang sekadar bantuan konsumtif ...
  • Kebergantungan Impor Naptha Bikin Industri RI Rawan Kena Guncangan Harga Global
    Preview komentar:
    Kenaikan harga bahan baku di sektor hulu akibat ...
Daerah
Tak Mau Warga Kelaparan Pem...
Daerah
Sekda Diperiksa KPK, Bupati...

Bogor Diobrak-abrik KPK, Klaim Layanan Berjalan Normal

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bogor Diobrak-abrik KPK, Kl...
Luar Negeri
Negara-negara yang Bertalia...
Luar Negeri
Nepal Bosah-baseh, 10.000 K...

Pertinggi Cadangan Pangan Bangka, Bulog Tambah Gudang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pertinggi Cadangan Pangan B...
Megapolitan
Hari Ini Aktivitas Jakarta ...
Daerah
Samarinda Dibakar Suami Ist...
Daerah
Unjuk Rasa Damai Mahasiswa ...

Inovasi Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Inovasi Harus Bermanfaat ba...
Rona
Produk UMKM Jadi Idola Tiap...
Luar Negeri
Sejak Tahun 1900, Negara In...
Ayo Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Kembali Digelar

Ayo Buruan Daftar Jangan Sampai Ketinggalan! Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Kembali Digelar

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.