BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada El Nino di Jawa Tengah, Kekeringan Ancam Sektor Pertanian, Sumber Daya Air, dan Ekonomi
📅 Rabu, 29 Jul 2026, 19:03 WIB | Oleh: OpikDitemui usai acara, Guswanto mengatakan salah satu upaya mengurangi dampak kekeringan adalah melalui operasi modifikasi cuaca.
Akan tetapi, kata dia, teknologi tersebut hanya efektif jika tersedia awan hujan yang berpotensi menghasilkan presipitasi.
Menurut dia, hasil pemantauan radar cuaca BMKG di Jeruklegi, Cilacap, menunjukkan bahwa saat ini potensi awan hujan didominasi awan lapisan tinggi sehingga belum mendukung pelaksanaan modifikasi cuaca.
"Kalau awan hujannya tidak ada, modifikasi cuaca juga sulit dilakukan karena prinsipnya hanya mempercepat proses kondensasi pada awan yang memang berpotensi menghasilkan hujan," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan modifikasi cuaca menjadi penting ketika kekeringan mulai memasuki tahap hidrologis agar waduk, embung, dan sumber air lainnya dapat terisi sehingga mendukung operasional pembangkit listrik tenaga air, kebutuhan irigasi, serta mencegah dampak yang lebih luas terhadap perekonomian masyarakat.
Oleh karena itu, BMKG bersinergi dengan Komisi V DPR RI, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, dan pemerintah daerah dalam upaya mitigasi kekeringan.
"BMKG tidak bisa bekerja sendiri. Dengan sinergi semua pihak, kita harapkan dampak kekeringan dapat diatasi bersama," kata Guswanto. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!