Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Pagi Ini Melemah Seiring Sikap Hati-hati terhadap Arah Kebijakan BI

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 11:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Pagi Ini Melemah Seiring Sikap Hati-hati terhadap Arah Kebijakan BI Doc: ANTARA

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada Selasa (28/7) pagi bergerak melemah 61 poin atau 0,34 persen menjadi Rp18.070 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.009 per dolar AS.

Analis dari Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan rupiah melemah seiring sikap hati-hati pelaku pasar terhadap ajaran kebijakan Bank Indonesia (BI) di bawah Gubernur yang baru.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah pada kisaran di Rp18 ribu-Rp18.050 per dolar AS dipengaruhi oleh faktor domestik sikap hati-hati pelaku pasar terhadap arah kebijakan BI di bawah Gubernur yang baru,” ucapnya di Jakarta, Selasa.

Seperti diketahui, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti ditetapkan menjadi pejabat sementara Gubernur BI setelah pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya.

Selanjutnya, pemerintah akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pemberhentian Perry Warjiyo secara hormat dari jabatan Gubernur BI. Setelah tahapan administratif tersebut, proses pergantian Gubernur BI memasuki masa transisi sebelum Presiden mengajukan calon Gubernur BI definitif yang baru.

Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia, Presiden mengusulkan nama calon Gubernur BI baru kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Selanjutnya, Komisi XI DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan sebelum memberikan persetujuan resmi.

Setelah disetujui DPR, barulah calon tersebut ditetapkan dan dilantik oleh Presiden sebagai Gubernur BI definitif.

“Gubernur BI yang baru perlu memprioritaskan penguatan kelembagaan/institusi, terutama kebijakan operasional moneter yang mempengaruhi jumlah uang beredar dan ekspektasi inflasi, di mana seharusnya BI tidak secara langsung membeli obligasi pemerintah di pasar perdana,” ungkap Rully.

Adapun sentimen global dinilai cukup positif dengan indeks dolar AS yang bergerak stabil dan penurunan harga minyak seiring jeda konflik antara AS dan Iran.

Mengutip Anadolu, Presiden AS Donald Trump menginstruksikan penangguhan serangan lanjutan terhadap Iran, sehingga mengakhiri serangan yang sudah berlangsung selama 13 hari berturut-turut.

Iran mengatakan bahwa saat ini tidak sedang melakukan perundingan dengan Amerika Serikat dan setiap pembicaraan di masa depan akan bergantung pada perubahan sikap Washington. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei membantah laporan bahwa Teheran telah meminta perundingan dengan AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.