Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pramono Pastikan Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Tak Bebani Gubernur DKI Selanjutnya

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 15:35 WIB | Oleh:
Pramono Pastikan Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Tak Bebani Gubernur DKI Selanjutnya Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan rencana penerbitan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun tidak akan menjadi beban bagi pemerintahan selanjutnya. Menurutnya, kondisi keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta cukup kuat untuk memenuhi kewajiban pembayaran obligasi tersebut secara bertahap.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan rencana penerbitan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun tidak akan menjadi beban bagi pemerintahan selanjutnya. Menurutnya, kondisi keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta cukup kuat untuk memenuhi kewajiban pembayaran obligasi tersebut secara bertahap.

Pramono menjelaskan, Pemprov DKI memilih tenor atau jangka waktu pembayaran selama tujuh tahun agar proses pelunasan dapat dilakukan secara terukur. Dengan skema tersebut, ia optimistis siapa pun yang memimpin Jakarta pada masa mendatang tetap dapat menyelesaikan kewajiban tanpa mengganggu kondisi fiskal daerah.

"Sebenarnya obligasi Rp3,5 triliun bagi Jakarta itu bukan sebuah hambatan. Dan pasti Jakarta akan bisa menyelesaikannya dengan baik, siapapun yang akan menjadi Gubernur di Jakarta. Makanya kenapa kemudian tenornya tujuh tahun," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (28/7).

Ia menuturkan, penerbitan obligasi daerah merupakan salah satu strategi pembiayaan kreatif yang ditempuh Pemprov DKI untuk memperoleh sumber pendanaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Langkah tersebut juga disebut telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Meski demikian, Pramono menegaskan tetap akan memperhatikan masukan dari Kementerian Dalam Negeri terkait rencana tersebut. Ia menilai koordinasi dengan pemerintah pusat penting agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Memang obligasi daerah ini adalah salah satu bentuk creative financing yang kami lakukan. Tetapi memang di dalam aturan, sekarang ini kami sudah mendapatkan dukungan atau persetujuan dari Kemenko Perekonomian. Apapun itu, sebagai Gubernur saya juga pasti akan mendengarkan apa yang menjadi masukan dan saran dari Kemendagri," katanya.

Pramono juga menyampaikan akan berdiskusi langsung dengan Menteri Dalam Negeri mengenai rencana penerbitan obligasi tersebut sebelum proses selanjutnya dilakukan.

"Sehingga dengan demikian, pada waktunya nanti, saya pasti akan berdiskusi dengan Bapak Mendagri," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri mengingatkan agar Pemprov DKI Jakarta memastikan kemampuan fiskalnya sebelum menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun. Menurutnya, obligasi pada dasarnya merupakan bentuk utang sehingga pemerintah daerah harus memiliki kemampuan membayar kewajiban tersebut tanpa membebani pemerintahan berikutnya.

"Obligasi itu sama saja dengan berutang, kan. APBD-nya mampu tidak untuk membayar utang itu. Jangan sampai menjadi beban bagi kepala daerah berikutnya. Kalau tidak punya kemampuan membayar kan repot," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (27/7).

Ia menambahkan hingga kini belum ada pembahasan khusus dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai rencana penerbitan obligasi tersebut. Namun, pemerintah daerah yang akan menerbitkan obligasi diminta memastikan kemampuan pelunasannya selama masa jabatan.

"Yang paling utama bisa membayar di masa jabatannya. Dan jangan sampai beban kepala daerah berikutnya," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.