Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Enam Mahasiswa Unhas Terjebak di Goa Kalibbong Alloa Dievakuasi

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 16:15 WIB | Oleh:
Enam Mahasiswa Unhas Terjebak di Goa Kalibbong Alloa Dievakuasi Doc: ANTARA/ HO-BPBD Pangkep
Ket. Suasana evakuasi mahasiswa Universitas Hasanuddin usai terjebak di goa di kawasan hutan di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

MAKASSAR -- Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar mengevakuasi enam orang mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang terjebak di kawasan Gunung Goa Kalibbong Alloa, Desa Belae, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Alhamdulillah, seluruh mahasiswa berhasil diselamatkan setelah operasi SAR yang berlangsung di medan terjal," kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar Andi Sultan di Makassar, Selasa.

Menurut dia, keenam mahasiswa tersebut diketahui tengah menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Belae, Kecamatan Minasatene. Dalam rangka mendukung program kerja pengembangan wisata minat khusus, mereka melakukan eksplorasi kawasan Goa Kalibbong Alloa yang dikenal memiliki bentang alam karst dengan jalur horizontal dan vertikal.

Namun, saat perjalanan pulang pada Minggu (26/7) malam, salah seorang mahasiswa mengalami kram kaki, sementara lima lainnya kelelahan, sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan. Warga setempat kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada Basarnas Makassar.

Mendapatkan laporan tersebut, Andi Sultan menjelaskan tim penyelamat langsung diberangkatkan pada dini hari dengan membawa perlengkapan evakuasi khusus dan peralatan medis.

Setibanya di lokasi, tim SAR menemukan seluruh mahasiswa dalam keadaan selamat. Proses evakuasi berlangsung cukup menantang, karena petugas harus melewati tebing terjal setinggi sekitar 25 meter menggunakan teknik vertical rescue dengan sistem tali demi menjamin keselamatan para korban.

Berkat koordinasi tim SAR gabungan dan dukungan warga setempat, seluruh mahasiswa berhasil dievakuasi dari kawasan pegunungan tanpa mengalami cedera serius. Setelah berhasil diturunkan, mereka langsung dibawa menuju Puskesmas Minasatene untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.

Basarnas mengimbau masyarakat, termasuk para pendaki dan peserta kegiatan lapangan agar selalu memperhatikan kondisi fisik, cuaca, serta melaporkan rencana aktivitas kepada pihak terkait sebelum memasuki kawasan berisiko.

"Langkah tersebut penting untuk meminimalkan potensi kecelakaan dan mempercepat proses pertolongan apabila terjadi keadaan darurat," kata Andi Sultan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
El Nino Bikin Kebutuhan Lis...
Luar Negeri
Chad Mundur dari ICC dan Ik...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

Desa Jatiluwih Bali Garap Aktivitas Wisata Treking dan Tanam Padi untuk Dorong Ekonomi Warga

Desa Jatiluwih Bali Garap Aktivitas Wisata Treking dan Tanam Padi untuk Dorong Ekonomi Warga

28 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.