Pemkot Bandung Dukung Upaya RSHS dan RSAB Harapan Kita Perkuat Deteksi Dini Thalasemia
📅 Senin, 27 Jul 2026, 10:07 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung upaya penguatan deteksi dini dan pencegahan thalasemia yang diinisiasi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung bersama RS Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bagi Penyandang Thalasemia dan Keluarga di Trans Studio Bandung, Minggu (27/7).
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi kolaborasi yang dibangun RSHS dan RSAB Harapan Kita dalam menghadirkan layanan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada aspek pencegahan dan peningkatan kualitas hidup pasien.
"Atas nama Pemkot Bandung, kami mengapresiasi inisiatif RSHS dan RSAB Harapan Kita yang terus menghadirkan inovasi dalam penanganan thalasemia. Upaya seperti ini sangat penting karena membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit genetik," ujar Wali Kota Farhan.
Ia mengatakan, pemerintah daerah siap mendukung berbagai program yang mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui kolaborasi dengan rumah sakit, institusi pendidikan, dan pemerintah pusat.
"Pemkot Bandung mendukung setiap langkah yang memperkuat edukasi kesehatan, skrining, serta pendampingan bagi penyandang thalasemia dan keluarganya. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar layanan kesehatan semakin berkualitas dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wali Kota Farhan juga menilai kehadiran RSHS sebagai rumah sakit rujukan nasional telah memberikan kontribusi besar terhadap pelayanan kesehatan di Kota Bandung dan Jawa Barat.
"Kehadiran RSHS benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kami berharap sinergi yang telah terjalin dengan berbagai institusi kesehatan terus berkembang sehingga masyarakat memperoleh akses pelayanan yang semakin baik, termasuk dalam upaya pencegahan thalasemia," tutur dia.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyampaikan apresiasi kepada RSHS, RSAB Harapan Kita, Kementerian Kesehatan, serta seluruh tenaga kesehatan dan peneliti yang menggagas kegiatan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, thalasemia masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan kerja sama semua pihak.
Berdasarkan data yang disampaikan, prevalensi pembawa sifat thalasemia di Indonesia mencapai sekitar 3–10 persen dari populasi, dengan sekitar 40 persen penyandang berada di Jawa Barat.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen memperkuat upaya edukasi, deteksi dini, dan pendampingan sehingga angka kasus thalasemia dapat terus ditekan. Harapannya kualitas hidup para penyandang juga semakin baik," ujar Erwan.
Sedangkan Direktur Utama RSHS Bandung, dr H Rachim Dinata Marsidi mengatakan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi bentuk nyata komitmen RSHS dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi dengan RSAB Harapan Kita memperkuat upaya penelitian sekaligus edukasi kepada keluarga penyandang thalasemia agar memahami pentingnya deteksi dini dan skrining genetik.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr Reni Wigati, menyebut RSHS merupakan rumah sakit regional terbaik di Indonesia yang memiliki kontribusi besar terhadap pengembangan layanan kesehatan nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!