Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Sulawesi Selatan Minta Pertamina Siapkan SPBU Modular untuk Urai Antrean BBM

📅 Minggu, 13 Sep 2026, 10:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Sulawesi Selatan Minta Pertamina Siapkan SPBU Modular untuk Urai Antrean BBM Doc: ANTARA
Ket. Antrean panjang BBM di sebuah SPBU Makassar.

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan meminta Pertamina menyiapkan SPBU modular atau pompa bensin mini (mobile) di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dalam keterangannya di Makassar, Minggu (13/9), mengatakan langkah konkret ini untuk mengurai antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pemerintah Provinsi Sulsel juga mendesak Pertamina melakukan penambahan kuota BBM Sulsel.

“Kita sudah mendesak Pertamina lakukan penambahan kuota BBM Sulsel. Kita juga dorong Pertamina memasang SPBU modular yang insya Allah dipasang Minggu (13/9) di kawasan CPI,” kata Andi Sudirman.

Menurutnya, kehadiran SPBU modular ini menjadi salah satu upaya untuk menambah akses masyarakat dalam mendapatkan BBM sekaligus membantu mengurai kepadatan antrean di SPBU lainnya.

Masyarakat yang mengalami antrean di sejumlah SPBU Kota Makassar diarahkan untuk melakukan pengisian di SPBU modular yang disiapkan di kawasan CPI.

“Modular ini kita hadirkan untuk mengurai di tempat SPBU lainnya untuk kemudian diarahkan ke sana,” jelasnya.

Khusus pengendara kendaraan roda dua, pengisian BBM di modular SPBU tersebut ditetapkan dengan harga Rp30 ribu per motor.

Andi Sudirman berharap inovasi tersebut dapat menjadi solusi tambahan di tengah kondisi antrean BBM yang terjadi belakangan ini.

“Semoga upaya ini adalah langkah untuk mengurai antrean sekaligus memperbanyak akses masyarakat mendapatkan BBM,” tuturnya.

Pemprov Sulsel terus berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan langkah-langkah penanganan dapat berjalan efektif, sehingga masyarakat memperoleh akses BBM dengan lebih mudah dan antrean di sejumlah SPBU dapat berangsur terurai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.