Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gastrodiplomasi: Saat Tempe jadi Alat Kenalkan Budaya Indonesia di AS

📅 Senin, 27 Jul 2026, 17:49 WIB | Oleh:

Untuk menjaga suhu tetap stabil dan memastikan proses fermentasi berlangsung optimal, Daniel juga mengembangkan sejumlah sistem yang dikendalikan dengan teknologi Internet of Things (IoT). Dengan sistem tersebut, kondisi tempe dapat dipantau secara real time, bahkan dari jarak jauh.

Percobaan demi percobaan dalam skala rumahan ternyata menghasilkan tempe yang bagus. Daniel dan Meylia bangga tempe mereka diproses secara higienis mulai dari awal sampai pengepakan sehingga tidak akan busuk dalam waktu yang lama.

Daniel, Meylia dan mitra menyepakati "BOStempeh" sebagai jenama mereka. BOS itu menggambarkan Boston sebagai titik awal (alfa) dan keinginan menjadi "bos" atau pemimpin dalam dunia tempe di AS pada akhirnya (omega).

Sementara "tempeh" merupakan pengucapan internasional yang lazim digunakan untuk tempe supaya masyarakat mancanegara tetap menyebut huruf "e" di akhir kata tempe.

"Slogan kami adalah BOStempeh brings Indonesia to the United States (BOStempeh membawa Indonesia ke Amerika Serikat-red)," kata Meylia.

20260727174706_IMG_20260727_100757.jpeg

Dari kiri ke kanan: Daniel Kurnianto, Meylia Handayani Tio, Aristiya Dwiyanti dan Octavianus Asoka. (BOStempeh)

Indonesia

Fajar BOStempeh mulai menyingsing ketika satu per satu tempe mereka terjual. Mengandalkan sistem pengiriman langsung tanpa distributor —yang terus mereka pertahankan hingga kini— tempe BOStempeh pun menjangkau seluruh negara bagian di Amerika Serikat.

Seiring permintaan yang terus meningkat, usaha rumahan BOStempeh berkembang menjadi industri berbasis pabrik dengan kapasitas produksi yang lebih besar. Pabrik tersebut berlokasi di Somersworth, New Hampshire.

"Tahun lalu (2025-red), kami mengirim sekitar 15 ribu bungkus tempe yang berat setiap kemasannya 200 gram," kata Meylia, yang menambahkan bahwa tempe mereka adalah tempe mentah siap olah.

Konsumen BOStempeh beragam, dari WNI yang tinggal di AS sampai masyarakat AS yang memang menggemari tempe.

Di laman resmi BOStempeh, yang menyediakan kolom komentar untuk umpan balik dari konsumen, nada positif berhamburan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Bursa Tokyo Berhasil Bangkit ke Zona Hijau

42 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Bursa Tokyo Berhasil Bangki...

Ekspor Durian Kamboja Laris Manis Tembus 5.738 Ton

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Ekspor Durian Kamboja Laris...
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
Waduhhh…Kasat Narkoba Tangsel Diringkus Bareskrim

Waduhhh…Kasat Narkoba Tangsel Diringkus Bareskrim

27 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.