Kurangi Tekanan Rupiah, BI Diperkirakan Agresif Menaikkan Suku Bunga Acuan
📅 Kamis, 23 Jul 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiKendati demikian, Badiul mengingatkan, kebijakan itu tidak datang tanpa biaya. Kenaikan suku bunga akan membuat bunga kredit perbankan ikut naik. “Kenaikan suku bunga akan meningkatkan biaya kredit perbankan sehingga investasi, ekspansi usaha, dan konsumsi rumah tangga berisiko melambat. Dampaknya dapat dirasakan langsung oleh UMKM dan sektor produktif,” jelasnya.
Dari sisi fiskal, Badiul juga menyoroti beban APBN. Suku bunga yang lebih tinggi berpotensi menaikkan biaya utang pemerintah. “Kenaikan imbal hasil SBN dapat memperbesar beban bunga dalam APBN dan mempersempit ruang anggaran untuk layanan publik serta perlindungan sosial,”katanya.
Sementara itu, pakar ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y Sri Susilo, menilai peluang kenaikan BI Rate hingga akhir 2026 masih terbuka seiring masih tingginya ketidakpastian ekonomi global. Namun, menurut dia, langkah tersebut perlu dilakukan secara bertahap dan terukur agar mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Susilo mengatakan arah kebijakan suku bunga BI masih akan dipengaruhi oleh kebijakan moneter Amerika Serikat. Selama suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) bertahan pada level tinggi, instrumen investasi berbasis dollar Amerika Serikat maupun emas akan tetap lebih menarik bagi investor dibandingkan aset dalam mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Selama suku bunga The Fed masih tinggi, investasi dalam dollar AS dan emas masih lebih menarik daripada mata uang domestik, termasuk rupiah,” kata Susilo.
Kondisi tersebut jelasnya berpotensi mendorong arus modal keluar sehingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih akan berlanjut apabila Indonesia tidak menjaga daya saing imbal hasil instrumen keuangannya.
Karena itu, Susilo menilai kenaikan BI Rate merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan Bank Indonesia untuk menahan pelemahan rupiah. Peningkatan suku bunga akan mempersempit selisih imbal hasil dengan negara maju sehingga aset keuangan domestik tetap kompetitif di mata investor global.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Menaikkan BI Rate merupakan salah satu cara mencegah pelemahan nilai tukar rupiah,” katanya.
Kendati demikian, dia mengingatkan kebijakan suku bunga tidak dapat dijadikan satu-satunya solusi. Kenaikan BI Rate yang terlalu agresif berpotensi meningkatkan biaya pinjaman bagi dunia usaha dan masyarakat sehingga dapat menahan ekspansi investasi, konsumsi, dan pertumbuhan kredit. Oleh karena itu, BI perlu mengkalibrasi setiap langkah kenaikan suku bunga dengan mempertimbangkan perkembangan inflasi, nilai tukar, serta kondisi perekonomian domestik secara keseluruhan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!