Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teheran Tinjau Pandangan Washington, Sinyal Damai AS-Iran Mulai Terbuka

📅 Senin, 05 Okt 2026, 16:41 WIB | Oleh:
Teheran Tinjau Pandangan Washington, Sinyal Damai AS-Iran Mulai Terbuka Doc: AFP

TEHERAN - Seorang diplomat senior Iran pada Minggu (4/10) mengatakan bahwa Iran sedang meninjau pandangan Amerika Serikat mengenai proposal terbaru Teheran untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz, menurut kantor berita Fars.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional Kazem Gharibabadi menyampaikan hal tersebut di Teheran, dengan mengatakan bahwa AS telah menyampaikan pandangannya tentang proposal Iran melalui para mediator.

Dia menekankan bahwa proposal Iran merupakan "rencana tujuh hari" yang disampaikan kepada pihak lain oleh Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi di New York pada akhir September 2026.

Gharibabadi mengatakan, "Pandangan AS saat ini sedang ditinjau di dalam negeri melalui jalur yang tepat," seraya menambahkan bahwa kapan pun pandangan akhir Iran siap, tindakan yang diperlukan akan diambil melalui "jalur yang tepat."

Dia menambahkan bahwa Iran secara bersamaan juga melakukan persiapan yang diperlukan untuk menghadapi skenario lainnya.

Iran menyampaikan sebuah usulan rencana tujuh hari kepada AS pada 22 September untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz, melalui para mediator di sela-sela Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York.

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran.

Iran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan serta aset Israel dan AS di kawasan tersebut, serta memperketat kendalinya atas Selat Hormuz.

Gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai tercapai pada 8 April.

Pada 18 Juni, Iran dan AS menandatangani sebuah nota kesepahaman (MoU) mengenai pengakhiran perang di kawasan tersebut di semua lini.

Berdasarkan MoU itu, kedua negara dijadwalkan mengadakan perundingan dalam waktu 60 hari, yang berakhir pada 17 Agustus, untuk mencapai kesepakatan akhir.

Namun, kedua pihak gagal mencapai kemajuan yang memadai menuju kesepakatan karena terus meningkatnya ketegangan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Nasional
2.000 Siswa SMK Bakal Magan...
Advertisement
Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

Ada Demo Mahasiswa di DPR, Polisi Siagakan 3.983 Personel Gabungan

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.