Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sikap Tegas Somalia Bersama Mesir Jaga Pasokan Air Sungai Nil

1 Senin, 05 Okt 2026, 16:52 WIB | Oleh:
Sikap Tegas Somalia Bersama Mesir Jaga Pasokan Air Sungai Nil Sikap Tegas Somalia Bersama Mesir Jaga Pasokan Air Sungai Nil Doc: AFP/Eduardo Soteras/Getty Images

KAIRO - Para pemimpin Mesir, Sudan, Eritrea, dan Somalia, Minggu (4/10), bertemu di El Alamein dan menolak langkah sepihak yang dapat merugikan hak air Mesir dan Sudan di tengah sengketa dengan Ethiopia terkait Bendungan Renaisans Besar Ethiopia.

Presiden Mesir Abdel Fattah El Sisi, Ketua Dewan Kedaulatan Transisi Sudan Jenderal Abdel Fattah Al-Burhan, Presiden Eritrea Isaias Afwerki, dan Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud juga menolak campur tangan dalam urusan internal negara-negara di kawasan tersebut "dengan dalih apa pun," menurut Deklarasi Bersama El Alaemin.

Deklarasi tersebut menegaskan dukungan terhadap kedaulatan, integritas wilayah, dan institusi Sudan, sembari menolak "pembentukan entitas tandingan apa pun."

Deklarasi itu juga menyerukan dimulainya kembali proses politik yang dimiliki dan dipimpin oleh pihak Sudan sendiri, dukungan bagi institusi nasional, serta penolakan terhadap segala bentuk dukungan bagi tentara bayaran.

Pertemuan puncak tersebut juga menegaskan kembali persatuan dan kedaulatan Somalia, serta menolak campur tangan apa pun yang mengancam integritas wilayahnya.

Selain itu, pertemuan tersebut menolak pengakuan atau dukungan apa pun terhadap wilayah yang disebut sebagai "Somaliland."

Navigasi Laut Merah

Keempat negara menegaskan prinsip kebebasan navigasi dan menyatakan bahwa pengelolaan Laut Merah merupakan tanggung jawab eksklusif negara pesisirnya.

Mesir, salah satu negara pesisir tersebut, telah berulang kali menyuarakan penentangan tahun ini terhadap upaya Ethiopia untuk mendapatkan akses maritim ke Laut Merah.

Ethiopia tidak memiliki akses laut (landlocked) sejak Eritrea meraih kemerdekaan pada 1993 dan tidak memiliki hak menurut hukum internasional untuk mendapatkan akses semacam itu.

Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed terus mengupayakan hal tersebut sejak menjabat pada 2018.

Ethiopia berbagi perbatasan darat dengan enam negara yakni Eritrea, Djibouti, Somalia, Kenya, Sudan, dan Sudan Selatan.

Pada 1 Januari 2024, Ethiopia menandatangani nota kesepahaman dengan Somaliland, yang membuka jalan bagi pembangunan pangkalan militer dan pengembangan pelabuhan di Laut Merah.

Presiden Somalia Mohamud kemudian menyatakan kepada parlemen bahwa nota kesepahaman tersebut ilegal, merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, dan tidak dapat dilaksanakan.

Keempat negara tersebut menegaskan penolakan mereka terhadap "setiap langkah sepihak yang merugikan pemanfaatan air yang ada saat ini bagi kedua negara hilir Sungai Nil."

Mesir dan Sudan, dua negara bagian hilir, terlibat sengketa dengan Ethiopia (negara di bagian hulu) terkait pembangunan bendungan di Sungai Nil dan keengganan Ethiopia untuk menandatangani perjanjian mengikat yang mengatur pengisian serta pengoperasian bendungan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

IMF: PDB Vietnam akan Lampaui Indonesia Tahun Ini

34 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
IMF: PDB Vietnam akan Lampa...
Olahraga
Marukawa Jadi Mimpi Buruk P...
Luar Negeri
Peretasan Kripto, Bagaimana...
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.