Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SKYY Network Luncurkan Pilot Project Pengiriman Menggunakan “Drone” di Bali

📅 Senin, 05 Okt 2026, 17:05 WIB | Oleh:
SKYY Network Luncurkan Pilot Project Pengiriman Menggunakan “Drone” di Bali Doc: Dok Nuanu Creative City

BALI – SKYY Network, Nuanu Creative City, dan Café del Mar Bali, berkolaborasi dengan Grab Indonesia, meluncurkan pilot project pengiriman makanan menggunakan drone selama tiga bulan di Bali.

Nuanu Creative City digunakan sebagai lokasi untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi baru dapat diintegrasikan ke dalam operasional pengiriman sehari-hari secara aman dan bertanggung jawab, sementara Café del Mar Bali berperan sebagai hub pengiriman utama untuk menguji kelayakan operasional pengiriman makanan menggunakan drone sebagai perantara.

Dalam pilot project ini, SKYY Network menghadirkan keahliannya di bidang teknologi penerbangan, regulasi, dan operasi penerbangan tanpa awak, dengan drone yang disediakan oleh mitra perangkat keras A2Z Drone Delivery, sementara Grab mendukung ekosistem layanan berbasis permintaan (on-demand) dan mengeksplorasi bagaimana teknologi drone dapat membantu mitra pengemudi menyelesaikan jalur pengiriman yang menantang.

Sebagai uji coba terkontrol, inisiatif ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai kesiapan infrastruktur, kebutuhan operasional, pengalaman pengguna, keselamatan, serta bagaimana teknologi drone dapat berjalan beriringan dengan ekosistem pengiriman yang sudah ada.

Bali menjadi lokasi yang tepat untuk pengujian ini berkat keragaman kondisi geografis, kepadatan wilayah, dan karakteristik cuaca yang dinamis. Operasional pilot project ini akan sepenuhnya mengacu pada kerangka regulasi dan keselamatan yang berlaku, termasuk ketentuan dari Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Bali, dan desa adat setempat.

Pilot project ini menandai langkah pertama SKYY Network dalam mengoperasikan logistik drone di Indonesia, memperluas rekam jejaknya dalam menjalankan operasi BVLOS (Beyond Visual Line of Sight) yang kompleks di berbagai negara, termasuk pengoperasian jaringan logistik drone terbesar di Eropa.

SKYY membawa pengalaman dan keahliannya dalam penerbangan, regulasi, dan operasional untuk menjalankan misi logistik BVLOS secara aman dalam skala besar ke lingkungan penerbangan Bali yang memiliki tantangannya tersendiri.

Rute ini beroperasi dalam ruang udara terkendali yang berdekatan dengan Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, dengan setiap misi disiarkan secara langsung melalui SkyyOS, platform operasi milik SKYY Network, yang memberikan informasi posisi drone dan lalu lintas udara secara real-time kepada pengguna ruang udara lainnya selama setiap penerbangan berlangsung.

“Bali menghadirkan tantangan yang berbeda dari apa yang telah kami bangun di seluruh jaringan kami di Eropa, beralih dari pengiriman medis ke pengiriman makanan, sekaligus beroperasi di ruang udara terkendali yang berdekatan dengan lalu lintas penerbangan Bandara Internasional Ngurah Rai, menguji kapabilitas sistem kami dengan cara yang baru. Bersama Nuanu Creative City, Café del Mar Bali, dan Grab Indonesia, kami menggunakan pilot project ini untuk memahami bagaimana pengiriman drone dapat dijalankan secara bertanggung jawab, aman, dan dengan cara yang melengkapi ekosistem pengiriman yang sudah ada,” ujar Rory Houston, CEO SKYY Network, seperti disampaikan lewat siaran pers yang diterima redaksi Koran Jakarta pada Senin (5/10).

Bagi Nuanu, kolaborasi ini sejalan dengan visinya untuk menjadi ruang inovasi yang bertanggung jawab, sebuah tempat di mana teknologi baru dapat dieksplorasi dalam kondisi lapangan yang sesungguhnya dan dinilai berdasarkan apakah teknologi tersebut menciptakan nilai yang bermakna bagi masyarakat, komunitas, dan lingkungan sekitarnya.

Sebagai kota kreatif dan ekosistem komunitas, Nuanu menyediakan lingkungan terkendali di mana para mitra dapat mengamati bagaimana teknologi baru berinteraksi dengan aktivitas hunian, gaya hidup, dan ekonomi lokal secara langsung. Pilot project ini dirancang untuk menghasilkan pembelajaran praktis mengenai bagaimana inovasi dapat diperkenalkan dengan bijaksana, bukan dengan asumsi bahwa setiap teknologi baru secara otomatis merupakan solusi yang tepat.

“Kami tidak mencoba membuktikan bahwa drone adalah masa depan dari segalanya. Apa yang ingin kami pahami adalah di mana teknologi ini benar-benar relevan, bagaimana menggunakannya secara bertanggung jawab, dan apa yang bisa kami pelajari dari penerapannya secara langsung. Jika berhasil, itu bagus. Jika tidak, itu juga merupakan informasi yang berguna. Bagi kami, nilai sesungguhnya terletak pada penciptaan lingkungan di mana teknologi dapat diuji berdampingan dengan kehidupan sehari-hari, bukan sekadar didiskusikan secara teori,” ujar Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City.

Sebagai hub pengiriman utama dalam pilot project ini, Café del Mar Bali menghadirkan lingkungan hospitaliti aktif untuk mengamati bagaimana pengiriman menggunakan drone berinteraksi dengan operasional merchant, penanganan makanan, ekspektasi tamu, dan ritme keseharian sebuah destinasi gaya hidup. Perannya bukan hanya sebagai tempat uji teknologi, tetapi juga untuk menguji apakah model ini dapat memberikan nilai operasional nyata sekaligus mempertahankan standar layanan dan dan kenyamanan tamu.

“Menjadi bagian dari pilot project ini mencerminkan komitmen kami yang berkelanjutan untuk meningkatkan pengalaman tamu melalui inovasi baru. Café del Mar Bali adalah destinasi di mana gaya hidup bertemu dengan eksplorasi, dan mengeksplorasi bagaimana teknologi drone dapat melengkapi suasana kuliner kami merupakan perpanjangan alami dari etos tersebut. Kami melakukan pengujian untuk memastikan bahwa pengiriman udara dapat terintegrasi secara mulus di sini tanpa mengganggu kenyamanan yang diharapkan oleh tamu kami,” ujar Rio Fransisco, Head of Marketing, Café del Mar Bali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin: Ekspor Mainan Indonesia Naik 8,2 Persen

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Kemenperin: Ekspor Mainan I...
Nasional
2.000 Siswa SMK Bakal Magan...
Advertisement
Data Center Jatiluhur Butuh Air 33 Juta Liter per Hari, PAM Jaya Diminta Waspada

Data Center Jatiluhur Butuh Air 33 Juta Liter per Hari, PAM Jaya Diminta Waspada

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.