Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerindra Tegaskan Prabowo-Gibran Tetap Kompak, Isu Posisi Duduk di Sidang Kabinet Diminta Tak Dibesar-besarkan

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 13:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerindra Tegaskan Prabowo-Gibran Tetap Kompak, Isu Posisi Duduk di Sidang Kabinet Diminta Tak Dibesar-besarkan Doc: Antara
Ket. Sekretaris Fraksi Gerindra DPR Bambang Haryadi di kompleks parlemen, Jakarta.

Jakarta – Partai Gerindra menegaskan hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tetap solid dan saling melengkapi dalam menjalankan pemerintahan. Gerindra juga meminta publik tidak membesar-besarkan isu posisi duduk keduanya dalam Sidang Kabinet Paripurna yang sempat menjadi sorotan.

Ketua DPP Partai Gerindra Bambang Haryadi mengatakan pengaturan tempat duduk dalam sidang kabinet tidak mencerminkan hubungan Presiden dan Wakil Presiden. Menurutnya, Prabowo dan Gibran tetap bekerja secara kompak sesuai pembagian tugas masing-masing.

"Pak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran saling melengkapi dalam bekerja. Keduanya selalu kompak," kata Bambang di Jakarta, Rabu (22/7).

Bambang menjelaskan, selama ini Presiden Prabowo memberikan ruang kepada Gibran untuk menjalankan berbagai tugas pemerintahan, termasuk melakukan kunjungan ke berbagai daerah guna menyerap aspirasi masyarakat dan meninjau pelaksanaan program pemerintah.

"Itu bentuk kekompakan yang nyata antara Pak Presiden dengan Mas Wapres," ujarnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai hubungan keduanya.

Menurut Bambang, muncul pihak-pihak yang berupaya membangun narasi seolah-olah terdapat keretakan hubungan antara Presiden dan Wakil Presiden.

"Ada pihak yang ingin memecah kekompakan keduanya dengan membangun narasi provokatif. Tapi kami yakin masyarakat tidak akan terpengaruh," kata Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI itu.

Murni Kebutuhan Teknis

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan posisi Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran yang tidak duduk berdampingan saat Sidang Kabinet Paripurna pada Senin (20/7) semata-mata karena kebutuhan teknis pelaksanaan sidang.

Menurut Prasetyo, Presiden menggunakan teleprompter untuk menyampaikan paparan yang disertai berbagai data sehingga tata letak ruangan disesuaikan dengan kebutuhan tersebut.

"Karena beliau ingin menjelaskan banyak program yang didukung data-data, maka kemarin menggunakan alat bantu teleprompter. Itulah yang menjawab pertanyaan mengenai layout," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (21/7).

Ia menegaskan tidak ada makna lain di balik pengaturan posisi duduk tersebut.

"Kalau yang dipertanyakan adalah posisi Bapak Wakil Presiden, menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata," katanya.

Prasetyo juga membantah anggapan bahwa pengaturan tempat duduk tersebut mencerminkan adanya persoalan hubungan antara Presiden dan Wakil Presiden maupun ketidaksetaraan posisi keduanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.