Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perizinan Hambat Investasi Kawasan Industri

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perizinan Hambat Investasi Kawasan Industri Doc: antara
Ket. Reformasi Industri

Jakarta – Komisi VII DPR RI menilai persoalan perizinan masih menjadi hambatan utama yang mengganggu iklim investasi dan pengembangan kawasan industri di Indonesia. Karena itu, DPR berharap pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kawasan Industri dapat menjadi solusi untuk menyederhanakan regulasi dan mempercepat proses investasi.

Seperti dikutip dari Antara, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengatakan keluhan mengenai perizinan hampir selalu muncul dalam setiap kunjungan kerja yang dilakukan komisinya ke berbagai daerah. Menurutnya, proses perizinan yang berbelit, termasuk terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), masih membutuhkan waktu hingga satu hingga dua tahun.

"Dari pengalaman kita turun, Komisi VII, memang masalah itu yang paling besar itu di perizinan," kata Evita saat memimpin kunjungan kerja Panitia Kerja RUU Kawasan Industri di Semarang, Jawa Tengah, Senin (20/7).

Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah karena berpotensi membuat investor membatalkan rencana investasi dan memilih negara lain yang menawarkan proses perizinan lebih cepat, seperti Vietnam.

"Semuanya begitu. Berarti, Kementerian Perindustrian itu harus menjadi catatan bahwa bagaimana ini? Ini kok bertahun-tahun masalah ini ada. Apa pun itu alasannya, solusi ini kan harus dicari," ujarnya.

Menurut Evita, kehadiran RUU Kawasan Industri diharapkan mampu menyinkronkan berbagai aturan yang selama ini tersebar di berbagai kementerian dan lembaga sehingga proses investasi menjadi lebih sederhana dan efisien.

Selain persoalan regulasi, Komisi VII juga menyoroti pentingnya peningkatan aksesibilitas kawasan industri, termasuk pembangunan stasiun kereta api agar mendukung mobilitas logistik dan pekerja.

"Yang dimintakan sebenarnya enggak berat. Hanya membangun stasiun supaya KA itu bisa berhenti di situ. Selama ini kan tidak berhenti di situ. Padahal, kebutuhan itu ada," kata Evita.

Badan Kawasan Industri

Sementara itu, Himpunan Kawasan Industri (HKI) mengusulkan pembentukan Badan Kawasan Industri Nasional yang berada langsung di bawah Presiden dan memiliki kewenangan mengoordinasikan berbagai kebijakan lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Wakil Ketua Umum HKI Didik Prasetiyono mengatakan keberadaan badan tersebut diperlukan karena pengelolaan kawasan industri saat ini melibatkan banyak kementerian dan lembaga sehingga koordinasi sering berjalan lambat.

"Norma dalam undang-undang yang kami usulkan, perlu dibentuk badan kawasan industri nasional," kata Didik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Semoga dapat membantu dan meringankan beban saudara kita ...
    Luar biasa pak mentan dengan kepeduliannya dan gerak ...
  • Tumbuh Kuat, BI Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Jateng
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai ketangguhan ekonomi Jateng; ...
  • BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri
    Preview komentar:
    Pernyataan Bapak Agus Gumiwang yang menggarisbawahi urgensi penguatan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Kongres Wanita Indonesia (K...
Olahraga
Sandy Walsh Mengaku Dapat B...
Olahraga
Gelandang Curtis Jones Resm...
Ojol dan Aplikator Masuk Radar Pemerintah, Aturan Kemitraan Bakal Diperketat

Ojol dan Aplikator Masuk Radar Pemerintah, Aturan Kemitraan Bakal Diperketat

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.