Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Program Kompor Listrik Dijelaskan ESDM Masih Tahap Uji Coba dan Pengkajian Efisiensi

📅 Senin, 20 Jul 2026, 19:41 WIB | Oleh:
Program Kompor Listrik Dijelaskan ESDM Masih Tahap Uji Coba dan Pengkajian Efisiensi Doc: ANTARA/HO-PLN
Ket. Seorang ibu rumah tangga memasak menggunakan kompor listrik induksi di Kelurahan Ampenan Tengah, Mataram, NTB. PLN melalui program electrifying lifestyle atau gaya hidup modern mendorong penggunaan energi listrik bersih berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk aktivitas sehari-hari seperti memasak dengan kompor induksi.

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan program kompor listrik saat ini masih berada dalam tahap uji coba.

“Ini baru dites. Baru dites. Kita baru tes (kompor listrik) di BBSP (Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa). Jadi kita bekerja sama sama dengan tim PLN, bersama universitas (seperti) UGM dan ITB,” kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, di Jakarta, Senin (20/7).

Lebih lanjut, Eniya mengatakan saat ini juga sudah terdapat kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk melakukan uji coba dari beberapa jenis kompor listrik dan efisiensi yang dihasilkan.

“Jadi tes itu sedang kita lakukan sekarang. Perbedaan berbagai kompor listrik, terus nanti efisiensinya berapa,” kata dia.

“Berdasarkan itu nanti kita hitung konsumsi per bulan, terus kira-kira berapa harganya. Terus bagaimana konsepnya itu nanti kita bahas dulu dengan Pak Menteri (ESDM, Bahlil Lahadalia),” ujarnya pula.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil pada Senin (15/6) mengatakan, pihaknya menyiapkan kompor listrik dengan daya di bawah 900 kilovolt ampere (kVA) untuk rumah tangga, sebagai langkah konversi kompor LPG menjadi kompor listrik.

Ia juga mengusulkan anggaran sebesar Rp815,56 miliar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 untuk program kompor listrik dalam rangka mengurangi ketergantungan impor LPG.

Adapun wacana transisi dari kompor LPG menjadi kompor listrik pernah bergulir pada masa kepresidenan Joko Widodo.

Akan tetapi, pada September 2022, PT PLN (Persero) membatalkan program pengalihan kompor LPG 3 kilogram (kg) ke kompor listrik untuk menjaga kenyamanan masyarakat dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

Kemudian, ketika terjadi lonjakan harga energi akibat pecahnya perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno kembali mendorong pemerintah untuk melakukan transisi dari kompor gas menjadi kompor listrik.

Eddy menyampaikan transisi dari kompor gas menjadi kompor listrik membutuhkan biaya yang lebih murah apabila dibandingkan dengan biaya yang digelontorkan untuk subsidi impor LPG.

Ia menyoroti soal mengubah kompor LPG menjadi kompor listrik, mengingat harga LPG turut dipengaruhi oleh harga minyak dunia yang kian meroket. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Batang Menekan Sisa Anggaran Lebih

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Batang Menekan Sisa Anggara...

Jelang Kompetis, Stadion Maguwoharjo Ditinjau Panpel

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Jelang Kompetis, Stadion Ma...

Perkuat Pertahanan, PSIM Rekrut Ahmad Agung

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Perkuat Pertahanan, PSIM Re...

Rupiah Menguat, Harga Emas Turun

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rupiah Menguat, Harga Emas ...
Luar Negeri
PM Baru Inggris Langsung Ba...

Jaksel dan Jaktim Bakal Diguyur Hujan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jaksel dan Jaktim Bakal Dig...
Luar Negeri
Kebakaran Hutan di Spanyol,...
Demo Besar-besaran di Kawasan Gambir, Ribuan Personel Disiagakan

Demo Besar-besaran di Kawasan Gambir, Ribuan Personel Disiagakan

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.