KTT BRICS 2026: Prabowo Bawa Tiga Pesan Utama Indonesia untuk Global South.
📅 Senin, 14 Sep 2026, 03:27 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPresiden RI Prabowo Subianto membawa tiga pesan utama Indonesia dalam KTT BRICS 2026, yakni kemandirian nasional, persatuan Global South, dan penguatan kerja sama BRICS, kata Selretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
“Kekuatan sebuah negara bermula dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya, pangan, energi, dan pendidikan. Dengan fondasi yang kuat, Indonesia tidak akan bergantung atau mudah didikte oleh kekuatan tertentu,” kata Teddy dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Senin.
Teddy mengatakan tiga pesan tersebut ditekankan Presiden Prabowo saat menghadiri sesi terbatas KTT BRICS 2026 bertajuk “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” pada Sabtu (12/9).
Menurut Teddy, pesan pertama Presiden menitikberatkan pada pentingnya kemandirian dan ketahanan nasional yang dimulai dari kemampuan negara memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat.
Ketahanan pangan, energi, dan pendidikan, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi modal Indonesia untuk menentukan arah pembangunan dan kepentingan nasional secara mandiri.
Pesan kedua Presiden Prabowo adalah memperkuat persatuan negara-negara Global South. Kepala Negara mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan dunia dengan mengutip pepatah Indonesia.
“Mengutip pepatah ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’, Presiden mengingatkan kembali pentingnya spirit Konferensi Asia-Afrika. Negara-negara Global South kini berdiri setara untuk memperjuangkan kepentingan dan masa depannya sendiri,” ungkap Teddy.
Teddy mengatakan semangat Konferensi Asia-Afrika kembali relevan ketika negara-negara berkembang memiliki posisi yang semakin penting dalam perekonomian dan geopolitik dunia.
Pesan ketiga Presiden Prabowo menyoroti besarnya kekuatan BRICS yang mewakili separuh populasi dunia. Potensi tersebut, menurut Presiden, perlu diterjemahkan menjadi kolaborasi konkret yang memberikan manfaat bagi negara-negara berkembang.
“BRICS mewakili separuh populasi dunia. Kekuatan ini harus diubah menjadi kerja sama yang nyata: memperkuat ketahanan pangan dan energi, menghubungkan pasar, modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan, serta membuka peluang pembangunan yang lebih besar bagi negara-negara berkembang,” tutur Teddy.
Selain tiga pesan tersebut, Presiden Prabowo mendorong terciptanya tata kelola global yang lebih adil dan inklusif dengan tetap menempatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai pusat sistem multilateral dunia.
“PBB harus tetap menjadi pusat sistem multilateral, namun perlu diperkuat agar lebih representatif, responsif, dan mampu menghadirkan hasil konkret bagi masyarakat dunia,” lanjut Teddy.
Teddy menegaskan Indonesia melalui keanggotaan di BRICS terus aktif mendorong tatanan dunia yang lebih adil, setara, dan damai bagi seluruh bangsa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!