Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PFII Butuh Kepastian Hukum untuk Tarik Investor Global

📅 Senin, 20 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Selama masalah itu tidak diselesaikan, Indonesia akan terus menjadi pasar yang besar bagi produk dunia, tetapi gagal menjadi tujuan utama investasi global," kata Hardjuno.

Menurut dia, Indonesia memiliki keunggulan berupa sumber daya alam yang melimpah, pasar domestik besar, dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Namun, keunggulan tersebut belum mampu diterjemahkan menjadi daya tarik investasi karena masih lemahnya kepastian hukum.

Hardjuno mencontohkan Singapura dan Vietnam yang berhasil menarik investasi melalui regulasi yang stabil, birokrasi yang efisien, serta konsistensi kebijakan.

"Investor tidak hanya mencari biaya produksi murah, tetapi juga membutuhkan kepastian bahwa aturan tidak berubah di tengah jalan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.