Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Khofifah Optimistis Kopi-kakao Jatim Mampu Tembus Pasar Global

📅 Senin, 20 Jul 2026, 18:58 WIB | Oleh:
Gubernur Khofifah Optimistis Kopi-kakao Jatim Mampu Tembus Pasar Global Doc: ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim
Ket. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menikmati kopi yang ada di penyelenggaraan Java Coffee & Flavor Festival (JCFF) 2026.

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis komoditas kopi dan kakao Jatim mampu menembus pasar global melalui hilirisasi, penguatan ekosistem agroindustri, dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan daya saing serta kesejahteraan petani.

"Jawa Timur memiliki kekuatan tidak hanya dari sisi volume produksi, tetapi juga keragaman cita rasa kopi yang berasal dari karakter geografis masing-masing daerah. Karena itu pengembangan sektor perkebunan harus diarahkan pada hilirisasi, pengolahan, penguatan merek, sertifikasi, dan perluasan akses pasar internasional," kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Senin (20/7).

Menurut Khofifah, saat ini preferensi lifestyle atau gaya hidup masyarakat global tengah bergeser ke arah produk yang berkelanjutan dan bercita rasa premium.

"Ini tentu jadi peluang besar bagi Jawa Timur untuk semakin memperkuat posisi sebagai salah satu sentra kopi unggulan Indonesia," katanya.

Ia menjelaskan Indonesia merupakan salah satu dari empat produsen kopi terbesar di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia dengan kontribusi sekitar tujuh persen terhadap produksi kopi dunia.

Jatim juga menjadi salah satu dari lima provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai 80.895 ton yang ditopang Kabupaten Malang, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo.

Selain itu, luas perkebunan kopi rakyat di Jawa Timur mencapai 123.720 hektare yang tersebar di Malang, Banyuwangi, Bondowoso, Jember, dan Situbondo.

Untuk komoditas kakao, Khofifah mengatakan pemerintah provinsi terus memperkuat klasterisasi pengembangan di Blitar, Madiun, Trenggalek, hingga Pacitan sebagai bagian dari diversifikasi tanaman perkebunan.

"Kopi dan kakao adalah dua komoditas unggulan yang siap terus ditingkatkan daya saingnya guna menjamin stabilitas pendapatan para petani," ucapnya.

Ia menilai peningkatan produktivitas harus diikuti perbaikan kualitas, standardisasi, sertifikasi, inovasi pengolahan, serta penguatan pemasaran digital agar mampu bersaing di pasar global.

Khofifah juga mengapresiasi Bank Indonesia (BI), khususnya Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, yang dinilai konsisten mendukung korporatisasi petani, digitalisasi sistem pembayaran, penguatan pembiayaan, hingga pembukaan akses ekspor melalui penyelenggaraan Java Coffee & Flavor Festival (JCFF) 2026.

Bagi Khofifah, JCFF bukan sekadar festival atau ajang promosi produk. Ini adalah ruang kolaborasi yang mempertemukan petani, UMKM, dunia usaha, perbankan, akademisi hingga pembeli dari dalam dan luar negeri untuk bersama-sama membangun ekosistem kopi dan kakao Jawa Timur yang semakin berdaya saing

"Saya menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang terus menjadi mitra strategis dalam memperkuat ekosistem kopi dan kakao Jawa Timur. Sinergi seperti inilah yang harus terus diperkuat agar petani memperoleh nilai tambah yang semakin besar," katanya.

Sementara itu, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan tema "From Local Flavors to Global Horizon" mencerminkan komitmen bersama membawa komoditas unggulan Indonesia ke pasar dunia melalui penguatan kualitas, inovasi, dan kolaborasi.

Ia menyebut produksi kopi, kakao, dan teh di Pulau Jawa pada 2024 berada pada kisaran 220 ribu hingga 250 ribu ton, dengan Jawa Timur menjadi sentra utama produksi kopi dan kakao di Pulau Jawa.

"Semoga JCFF terus berperan dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan UMKM dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia," pungkasnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

32 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.