FIFA Evaluasi Aturan Hydration Break, Wenger: Tak Pengaruhi Hasil Pertandingan
📅 Senin, 20 Jul 2026, 00:25 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraEAST RUTHERFORD – Penerapan hydration break atau jeda hidrasi selama Piala Dunia 2026 masih menjadi bahan evaluasi. FIFA belum memutuskan apakah aturan tersebut akan dipertahankan pada turnamen-turnamen mendatang meski mengklaim tidak memberikan dampak terhadap jalannya kompetisi.
Hal itu disampaikan Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, Arsene Wenger, dalam konferensi pers menjelang final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di New York New Jersey Stadium, Minggu (19/7).
Menurut mantan pelatih Arsenal tersebut, FIFA akan melakukan kajian menyeluruh setelah turnamen usai sebelum mengambil keputusan mengenai masa depan aturan tersebut.
"Kami akan menganalisis dampaknya setelah Piala Dunia berakhir. Menurut saya, jeda hidrasi tidak mengubah hasil pertandingan dalam kompetisi ini. Namun, kami juga harus melayani kepentingan orang-orang yang menonton sepak bola," kata Wenger.
Pada Piala Dunia 2026, FIFA mewajibkan jeda hidrasi selama tiga menit di pertengahan setiap babak pada seluruh pertandingan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kebijakan itu diterapkan untuk melindungi kesehatan pemain mengingat sebagian laga dimainkan dalam cuaca ekstrem di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Namun, aturan tersebut menuai kritik. Sejumlah pihak menilai pertandingan kehilangan ritme karena praktis terbagi menjadi empat kuarter. Tidak sedikit pula yang menuding jeda tersebut dimanfaatkan stasiun televisi untuk menayangkan iklan selama lebih dari dua menit.
Bahkan, pada fase awal turnamen, sejumlah suporter terdengar mencemooh ketika pertandingan dihentikan untuk jeda hidrasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wenger mengakui kebutuhan jeda hidrasi berbeda-beda karena kondisi cuaca selama turnamen sangat bervariasi.
Beberapa pertandingan berlangsung di bawah suhu yang sangat panas, sementara laga lain dimainkan dalam cuaca sejuk, terutama di Kanada dan Boston. Selain itu, sejumlah stadion beratap juga memiliki suhu yang jauh lebih nyaman.
"Pada beberapa pertandingan, jeda hidrasi memang benar-benar dibutuhkan. Namun, karena kami tidak ingin ada perbedaan perlakuan antarpertandingan, kami memutuskan menerapkannya di semua laga. Setelah kompetisi selesai, kami akan melakukan evaluasi secara mendalam," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini FIFA belum mengambil kesimpulan akhir mengenai efektivitas kebijakan tersebut.
Sejumlah pelatih memberikan pandangan berbeda mengenai aturan itu. Pelatih Spanyol Luis de la Fuente dan kapten Belanda Virgil van Dijk mendukung penerapan jeda hidrasi ketika pertandingan berlangsung dalam suhu ekstrem. Namun, mereka mempertanyakan urgensinya pada laga yang dimainkan di stadion tertutup atau dalam cuaca yang lebih dingin.
Sementara itu, pelatih Inggris Thomas Tuchel menilai dampak jeda tersebut lebih besar dari perkiraan karena mampu memutus momentum pertandingan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!