Yu Zidi Raih Emas Kedua Renang, Asian Games 2026 Diguncang Kasus Doping
📅 Selasa, 22 Sep 2026, 00:35 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNAGOYA, JEPANG – Perenang belia Tiongkok, Yu Zidi, kembali mencuri perhatian di Asian Games. Siswi berusia 13 tahun itu meraih medali emas keduanya pada hari Senin (21/9) dengan catatan waktu tercepat di dunia tahun ini.
Yu menjadi juara nomor 200 meter gaya ganti perorangan putri dengan waktu 2 menit 06,10 detik. Catatan tersebut hanya terpaut 0,40 detik dari rekor dunia milik perenang Kanada, Summer McIntosh.
Penampilan impresif itu semakin memperkuat prediksi bahwa Yu berpotensi menjadi salah satu bintang renang dunia dalam beberapa tahun mendatang, termasuk pada Olimpiade Los Angeles 2028.
"Saya merasa jauh lebih bahagia setelah memenangkan medali emas kedua ini dibandingkan ketika meraih emas pertama," kata Yu.
Sehari sebelumnya, Yu juga menjadi juara nomor 200 meter gaya kupu-kupu. Dalam dua hari, ia bahkan berhasil memecahkan dua rekor Asian Games.
Drama juga terjadi di kolam renang Tokyo Aquatics Centre ketika perenang Jepang, Shin Ohashi, harus berbagi medali emas dengan Dong Zhihao dari Tiongkok setelah keduanya mencatat waktu yang sama pada final 100 meter gaya dada putra.
"Saya sangat senang mendapatkan emas, tetapi karena hasilnya seri, ada sedikit rasa frustrasi. Perasaannya 50-50," ujar Ohashi.
Sementara itu, perenang Hong Kong, Siobhan Haughey, berhasil mempertahankan gelar juara nomor 200 meter gaya bebas putri.
Di tengah gemerlap prestasi para atlet, Asian Games Nagoya-Aichi juga diwarnai kasus doping pertama. Pebulu tangkis putri Thailand, Pitchamon Opatniputh, menjadi atlet pertama yang diketahui positif menggunakan zat terlarang dalam ajang tersebut.
Badan Pengujian Internasional (ITA) menyatakan atlet berusia 19 tahun itu positif mengandung furosemide, zat yang masuk dalam daftar terlarang. Pitchamon kemudian dikenai skorsing sementara.
Pitchamon yang berada di peringkat 18 dunia dan dianggap sebagai salah satu talenta muda menjanjikan Thailand sebelumnya dijadwalkan menghadapi China pada Selasa dalam nomor beregu.
Pertandingan sepak bola putri antara Korea Utara dan Korea Selatan juga menjadi salah satu perhatian di Asian Games.
Duel kedua negara tetangga tersebut berlangsung di Shizuoka dan berakhir dengan skor 1-1. Pertandingan yang sejak awal dinanti itu berjalan keras dan diwarnai sejumlah pelanggaran.
Lebih dari 2.000 penonton hadir di stadion berkapasitas 50.000 orang yang pernah menjadi salah satu venue Piala Dunia 2002.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!