Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KPAI Didorong Perkuat Kerja Sama Lintas Lembaga: Kunci Atasi Kekerasan Anak di Indonesia

📅 Senin, 02 Jun 2025, 10:00 WIB | Oleh:
KPAI Didorong Perkuat Kerja Sama Lintas Lembaga: Kunci Atasi Kekerasan Anak di Indonesia Doc: ANTARA
Ket. Anggota DPR RI, Meity Rahmatia.

JAKARTA - Anggota DPR RI Meity Rahmatia mendesak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memperluas dan memperkuat jaringannya dalam mengatasi kasus kekerasan pada anak yang terus meningkat. Meity menyoroti bahwa di tengah keterbatasan anggaran dan SDM, kunci utama efektivitas KPAI ada pada kolaborasi strategis dengan berbagai pihak, terutama lembaga negara.

Meity Rahmatia menekankan pentingnya kerja sama KPAI dengan lembaga pemerintah, bahkan hingga tingkat kedutaan. "Kerja sama itu termasuk dengan lembaga pemerintah. Contohnya, dengan kedutaan dalam kasus-kasus ketenagakerjaan di bawah umur seperti kasus pekerja anak dalam judi online di Kamboja,” jelas Meity dalam keterangan persnya, Senin (2/6) hari ini. Ini menunjukkan bahwa masalah kekerasan anak bisa melampaui batas negara, sehingga memerlukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga diplomatik.

Selain itu, ia juga menyoroti cakupan pengawasan KPAI yang belum maksimal di wilayah timur Indonesia. Dengan meningkatnya laporan kasus, terutama kekerasan seksual, Meity berharap KPAI dapat mengoptimalkan kerja sama dengan pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil di wilayah tersebut untuk memperluas jangkauan program dan penanganan kasus.

Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menunjukkan adanya 5.949 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga April 2025. Angka ini, ditambah dengan kasus tragis seperti perundungan yang menyebabkan kematian seorang siswa SD di Riau, memperkuat urgensi kerja sama multi-pihak.

Dr. Astrid Megantara (48), seorang psikolog anak, mendukung penuh gagasan ini. "KPAI tidak bisa bekerja sendiri. Kasus kekerasan anak sangat kompleks, melibatkan aspek hukum, sosial, dan psikologis. Kolaborasi dengan kepolisian, dinas sosial, lembaga pendidikan, bahkan komunitas lokal sangat esensial untuk pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi korban secara komprehensif," ujarnya.

Sedangkan, Irfan Hakim (52) selaku Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Daerah, menyoroti tantangan di lapangan. "Keterbatasan anggaran dan SDM KPAI memang nyata. Namun, ini bisa diatasi dengan membangun partnership yang kuat. Misalnya, melibatkan relawan terlatih, mengoptimalkan peran RT/RW dalam deteksi dini, serta menggandeng perusahaan swasta melalui program CSR untuk dukungan pendanaan dan edukasi. Ini adalah bentuk gotong royong bangsa dalam melindungi anak," tegas Irfan.

Dengan demikian, penguatan kerja sama bukan hanya opsi, melainkan kebutuhan mendesak bagi KPAI untuk memastikan setiap anak di Indonesia terlindungi dari kekerasan, di tengah tantangan anggaran dan SDM yang ada.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Advertisement
hut ri 81

Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Final Ideal Piala AFF, Viet...
Luar Negeri
Babak Baru Diplomasi: Trump...
Advertisement
hut ri 81
Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.