Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

2.361 Lulusan Vokasi Resmi Dilepas! Siap Jadi Motor Penggerak Industri RI

📅 Sabtu, 18 Jul 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
2.361 Lulusan Vokasi Resmi Dilepas! Siap Jadi Motor Penggerak Industri RI Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) di sela sela acara Studium Generale pada kegiatan Pelepasan Lulusan Serentak Siswa SMK-SMAK dan SMK-SMTI di Lingkungan Kemenperin Tahun 2026 di SMK-SMAK Bogor, Kamis (16/7) yang diikuti secara luring dan daring sebanyak 27 ribu peserta, mahasiswa seluruh unit pendidikan vokasi Kemenperin

JAKARTA-Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pembangunan industri manufaktur nasional membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berintegritas, adaptif, dan siap menjadi motor penggerak industrialisasi Indonesia. Oleh karena itu, pendidikan vokasi industri harus mampu mencetak analis, teknisi, dan tenaga profesional yang akan menjadi fondasi menuju Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia.

Pesan tersebut disampaikan Menperin saat memberikan Studium Generale pada kegiatan Pelepasan Lulusan Serentak Siswa SMK-SMAK dan SMK-SMTI di Lingkungan Kementerian Perindustrian Tahun 2026 di SMK-SMAK Bogor, Kamis (16/7). Kuliah umum tersebut diikuti secara luring dan daring sebanyak 27 ribu peserta, yang terdiri atas siswa, mahasiswa seluruh unit pendidikan vokasi Kemenperin, serta pegawai Kemenperin dari berbagai satker daerah di Indonesia.

"Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki karakter dan integritas. Kalian adalah bagian dari generasi yang akan menentukan masa depan industrialisasi nasional. Indonesia Emas 2045 bukan proyek generasi saya, melainkan proyek kalian," kata Agus saat memberikan kuliah umum tersebut.

Menurut Menperin, Studium Generale tersebut bukan sekadar kuliah umum, melainkan momentum untuk membangun optimisme sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai peluang besar sektor industri manufaktur Indonesia yang terus berkembang. “Para lulusan vokasi industri harus memahami bahwa kompetensi yang mereka miliki akan menjadi modal penting dalam memperkuat daya saing industri nasional,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Menperin juga melepas secara serentak 2.361 lulusan dari sembilan SMK-SMAK dan SMK-SMTI di bawah pembinaan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin. Para lulusan tersebut dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja sebagai analis kimia, teknisi, maupun tenaga profesional industri yang siap mendukung kebutuhan sektor manufaktur nasional.

"Kalian tidak menempuh pendidikan selama bertahun-tahun hanya untuk mendengarkan basa-basi. Hari ini kalian berhenti menjadi siswa dan mulai menjadi tenaga industri Indonesia. Selamat kepada kalian dan para orang tua yang telah mengantarkan hingga titik ini," tutur Agus.

Menperin menjelaskan, lulusan SMK-SMAK maupun SMK-SMTI memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas industri nasional. Seorang analis bertanggung jawab memastikan mutu suatu produk sebelum dipasarkan, sedangkan teknisi memastikan proses produksi berjalan secara optimal.

"Jangan pernah merasa kecil. Kalian bukan pelengkap. Kalian adalah salah satu syarat berdirinya industri modern. Seorang analis menentukan apakah suatu produk layak keluar dari pabrik, sedangkan teknisi menjaga agar mesin dan proses produksi tetap berjalan dengan baik. Kalian adalah orang-orang di balik kualitas industri Indonesia," tegasnya.

Dalam kuliah umumnya, Agus juga memaparkan berbagai capaian industri manufaktur Indonesia yang menunjukkan prospek sektor tersebut semakin menjanjikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan I tahun 2026 industri pengolahan tumbuh sebesar 5,04 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,55 persen.

Kontribusi industri pengolahan terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional mencapai 19,07 persen, menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, serta menyumbang sekitar 82 persen terhadap total ekspor nasional dengan nilai hampir USD95 miliar pada periode Januari–Mei 2026.

"Artinya sederhana. Bidang yang baru saja memanggil kalian bukan bidang yang sedang menurun. Industri manufaktur hidup, terus tumbuh, dan membutuhkan tangan-tangan baru. Tangan-tangan itu adalah tangan kalian," umgkapnya.

Menperin menambahkan, arah pembangunan industri Indonesia sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan industrialisasi dan hilirisasi sebagai strategi utama meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus memperkuat perekonomian nasional.

"Kita tidak boleh hanya menjadi pasar bagi bangsa lain. Kita harus mengolah kekayaan alam kita sendiri, menghasilkan nilai tambah di dalam negeri, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut, Agus mengingatkan bahwa target Indonesia menjadi negara maju pada 2045 hanya dapat dicapai apabila didukung SDM industri yang unggul. Menurutnya, cita-cita besar tersebut tidak diwujudkan melalui ruang rapat semata, tetapi melalui laboratorium, bengkel, dan lantai produksi tempat para lulusan vokasi industri bekerja.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
BI Tegaskan Likuiditas Perb...
  • Genap 70 Tahun, Danamon Perkenalkan Fitur D-Bank PRO hingga Travel Fair Nasional
    Preview komentar:
    Untuk menutup kartu kredit Bank Danamon Hubungi Danamon ...
    Untuk menutup kartu kredit Bank Danamon Hubungi Danamon ...
  • Norwegia Lolos Dramatis ke 16 Besar Piala Dunia usai Kalahkan Pantai Gading 2-1
    Preview komentar:
    Luar biasa. Tetap semangat dan terus bertahan Fervoma ...
  • Shell dan Pertamina Kompak Pangkas Harga BBM Per 1 Juli 2026, Intip Siapa Paling Murah!
    Preview komentar:
Pemkot Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026

Pemkot Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026

18 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.