BNPB Resmikan Bantuan 52 Hunian Tetap Pascakonflik di Adonara Barat
📅 Jumat, 17 Jul 2026, 10:10 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meresmikan sarana bantuan pemulihan fisik berupa 52 unit hunian tetap (huntap) untuk mempercepat penanganan pascakonflik sosial di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan di Jakarta, Jumat (17/7), mengatakan bahwa peresmian sarana infrastruktur sosial tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNPB Suharyanto di Kantor Kecamatan Adonara Barat, Kamis (16/7).
"Peresmian ini adalah simbol komitmen dan sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk memulihkan kehidupan sosial, ekonomi, dan fisik masyarakat pascakonflik," kata dia.
Abdul menjelaskan bahwa puluhan unit hunian tetap beserta fasilitas pendukung penunjang kehidupan primer tersebut dibangun secara terpusat di kawasan Desa Bugalima.
Selain bangunan rumah tinggal, BNPB juga meresmikan fasilitas pemenuhan air bersih berupa dua unit sumur bor guna menjamin ketersediaan logistik domestik warga terdampak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, juga menyalurkan dukungan logistik permukiman berupa masing-masing 52 paket sembako, kasur lipat, selimut, matras, peralatan dapur, kompor minyak, paket sanitasi, hingga makanan ringan untuk anak-anak.
Seusai agenda seremonial, rombongan petinggi BNPB bersama unsur pimpinan daerah langsung bertolak meninjau lokasi penempatan unit huntap dan sumur bor di Desa Bugalima.
Agenda strategis di NTT ini turut dihadiri secara langsung oleh jajaran Forkopimda Flores Timur, Wakil Bupati Flores Timur, Ketua DPRD Flores Timur, serta perwakilan lintas kementerian dan lembaga terkait.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Abdul, Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama para tokoh adat menyampaikan apresiasi yang tinggi atas gerak cepat pemerintah pusat melalui BNPB dalam memulihkan stabilitas sosial serta memfasilitasi rekonstruksi fisik di Adonara Barat.
"Kegiatan diisi dengan ikrar damai dan pertukaran cinderamata berupa sarung sebagai simbol perdamaian antara tokoh masyarakat Ilepati dan Bugalima, serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada warga," kata Abdul Muhari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!