Dorong Storytelling Konservasi Lewat Visual, Taman Safari Indonesia Buka Kompetisi Foto dan Video
📅 Minggu, 24 Mei 2026, 16:53 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA - Taman Safari Indonesia resmi meluncurkan 35th International Animal Photo & Video Competition (IAPVC) 2026 di Taman Bendera Pusaka, Jakarta, Jumat (23/5/2026). Kompetisi fotografi dan videografi satwa liar yang telah berlangsung selama 35 tahun ini kembali digelar dengan mengusung tema “From Lens to Legacy”.
Tema tersebut menekankan pentingnya karya visual sebagai medium penyampai pesan konservasi, bukan sekadar dokumentasi semata. Melalui fotografi dan videografi, para peserta diharapkan mampu menghadirkan cerita yang dapat menginspirasi sekaligus membangun kesadaran pelestarian alam bagi generasi mendatang.
Board Advisory Taman Safari Indonesia Group, Agus Santoso mengatakan, IAPVC telah berkembang menjadi salah satu kompetisi visual satwa liar paling bergengsi di Indonesia dan kini mulai memperluas jangkauannya ke tingkat internasional.
“Memasuki usia ke-35, kompetisi ini mengusung tema ‘From Lens to Legacy’. Setiap karya memiliki kekuatan untuk menginspirasi dan menciptakan warisan kesadaran yang berdampak bagi generasi mendatang. IAPVC sendiri merupakan legacy yang patut dirayakan setiap tahun karena terus menghubungkan kreativitas, edukasi, dan semangat pelestarian alam melalui karya visual,” ujar Agus Santoso, dalam siaran pers pada hari Minggu (24/5).
Pada penyelenggaraan tahun ini, IAPVC memperluas cakupan peserta tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga Asia Tenggara dan Australia. Langkah tersebut dinilai semakin memperkuat posisi IAPVC sebagai salah satu kompetisi visual satwa liar terdepan di tingkat global.
Sebaiknya Anda baca juga:
IAPVC 2026 menghadirkan sembilan kategori dalam Wildlife Photo Competition yang memberikan ruang bagi fotografer dan filmmaker untuk menampilkan kreativitas, kualitas teknis, hingga kemampuan storytelling dalam menangkap keindahan serta keberagaman satwa liar.
Selain peluncuran kompetisi, Taman Safari Indonesia juga meresmikan Komunitas Foto IAPVC. Kehadiran komunitas ini diharapkan menjadi wadah bagi para pecinta fotografi satwa dan alam untuk terus berkarya, berbagi inspirasi, dan memperkuat pesan konservasi melalui media visual.
“Komunitas ini menjadi bagian dari perjalanan panjang IAPVC yang telah tumbuh bersama para pecinta fotografi selama bertahun-tahun,” kata Agus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rangkaian kegiatan IAPVC 2026 nantinya meliputi workshop fotografi di sekolah dan universitas, kompetisi foto dan video satwa berskala internasional, hingga malam penganugerahan bagi para pemenang. Seluruh karya peserta akan dinilai oleh panel juri profesional dari bidang wildlife photography, filmmaking, dan konservasi.
Selama lebih dari tiga dekade, IAPVC menjadi wadah visual storytelling yang menghubungkan seni, edukasi, pariwisata, dan konservasi. Kompetisi ini juga dinilai berkontribusi dalam membangun kesadaran publik terhadap pentingnya pelestarian satwa liar melalui pendekatan kreatif dan visual.
Sebagai informasi, Taman Safari Indonesia merupakan lembaga konservasi dan taman rekreasi bertema yang memiliki jaringan di sejumlah wilayah di Indonesia. Sejak berdiri pada 1981, Taman Safari Indonesia telah berperan dalam penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran berbagai satwa liar, termasuk spesies endemik dan terancam punah.
Saat ini, Taman Safari Indonesia mengelola sejumlah destinasi konservasi dan wisata, di antaranya The Great Taman Safari Bogor, Taman Safari Prigen, Bali Safari, Jakarta Aquarium & Safari, Solo Safari, hingga Marine Safari Bali. Selain itu, grup ini juga mengembangkan berbagai unit bisnis pariwisata seperti resort, lodge, dan pusat suvenir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!