Tanpa Gerus APBN, Model MBG Berbasis CSR Swasta Tangerang Layak Jadi Acuan Nasional
📅 Kamis, 16 Jul 2026, 19:13 WIB | Oleh: Opik
KABUPATEN TANGERANG - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menilai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan berbasis dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) swasta di Sekolah Khusus Negeri (SKhN) 1 Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi tolok ukur yang baik untuk implementasi secara nasional.
"Program Makan Bergizi Gratis ini dibiayai murni oleh CSR perusahaan, bukan dari APBN. Kami berharap model kolaborasi seperti ini dapat menjadi benchmark nasional dalam mendukung pelaksanaan Program MBG," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, di Tangerang, Kamis (16/7).
Menurutnya, pelaksanaan Program MBG di SKhN 1 Kabupaten Tangerang menjadi contoh baik, karena sepenuhnya didukung oleh dana CSR perusahaan swasta melalui kolaborasi antara Grab, OVO, dan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa tanpa dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Ia juga menambahkan, langkah inisiatif dan kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pembiayaan dari APBN untuk pengembangan program MBG di wilayah yang sangat membutuhkan.
"Kita harus memuliakan saudara-saudara kita yang luar biasa. Mereka memiliki kemampuan dan potensi yang harus terus kita dukung," ujarnya pula.
Ivan menambahkan bahwa program MBG sebagai memuliakan anak-anak berkebutuhan khusus, ini merupakan bentuk nyata bela negara sekaligus bagian dari upaya membangun Indonesia yang lebih inklusif.
"PPATK siap terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh mitra untuk memperluas gerakan kepedulian ini," kata dia.
Ketua Yayasan Inklusi Pelita Bangsa Cahaya Mantovani menyampaikan apresiasi kepada PPATK dan para donatur, serta seluruh mitra yang telah mendukung pelaksanaan Program MBG bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Menurutnya, setiap anak memiliki potensi dan cara belajar yang berbeda, sehingga sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menghadirkan lingkungan yang inklusif dan memberikan kesempatan yang sama bagi mereka.
"Kami berkomitmen menjalankan program ini secara berkelanjutan sebagai dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Dia berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam rangka membangun ekosistem yang inklusif, sehingga tidak ada lagi stigma negatif terhadap anak-anak berkebutuhan khusus dan seluruh anak Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk hidup, belajar, berkarya, dan meraih masa depan yang lebih baik.
"Program MBG berbasis CSR ini menjadi bentuk kasih sayang sekaligus investasi masa depan bagi anak-anak berkebutuhan khusus," ujar dia lagi. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!