Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Melawan Takdir Fisika: Ketika Es “Enggan Mencair” di Suhu Kamar

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 07:32 WIB | Oleh:
Melawan Takdir Fisika: Ketika Es “Enggan Mencair” di Suhu Kamar Doc: Alexander Rosu-Finsen, Christoph Salzmann
Ket. Bagian dari perangkat percobaan untuk membuat es amorf dengan kepadatan sedang.

NAMUN, ilmu pengetahuan modern kembali menunjukkan bahwa alam jauh lebih rumit daripada yang tampak. Di laboratorium fisika material, para peneliti berhasil menunjukkan bahwa air ternyata dapat berada dalam keadaan padat tanpa mengikuti perilaku es yang kita kenal sehari-hari. Mereka mempelajari bentuk air yang disebut Amorphous Solid Water (ASW) atau air padat amorf, suatu fase padat yang memiliki sifat sangat berbeda dari es biasa.

Dalam kondisi tertentu, material ini tidak langsung berubah menjadi air meski berada pada suhu yang secara normal sudah cukup untuk melelehkan es. Temuan tersebut bukan berarti hukum termodinamika dilanggar, melainkan menunjukkan bahwa struktur internal suatu material dapat membuat perilakunya berbeda dari yang selama ini kita pahami.

Penemuan ini membuka jendela baru untuk memahami sifat dasar air, salah satu molekul paling sederhana sekaligus paling misterius di alam semesta.

Air Ternyata Memiliki Banyak “Wajah”

Selama ini kebanyakan orang hanya mengenal tiga fase air: padat, cair, dan gas. Padahal, para ilmuwan telah menemukan bahwa air memiliki lebih dari 20 fase berbeda ketika berada pada kombinasi tekanan dan suhu tertentu.

Sebagian besar fase tersebut merupakan berbagai jenis es dengan struktur kristal yang berbeda-beda. Es yang terbentuk di freezer rumah merupakan Ice Ih, yakni es dengan struktur heksagonal yang stabil pada tekanan atmosfer.

“Meskipun es heksagonal merupakan satu-satunya bentuk es yang ditemukan secara alami di Bumi, sebagian besar air padat di alam semesta justru berada dalam bentuk amorf,” ujar Zachary Amato dari Rutherford Appleton Laboratory, Inggris dan Peneliti ASW.

Namun, di bawah tekanan yang sangat tinggi atau suhu yang sangat rendah, molekul-molekul air dapat membentuk susunan yang sama sekali berbeda. Di sinilah muncul Amorphous Solid Water, yaitu air padat yang tidak memiliki pola kristal teratur.

Alih-alih tersusun seperti kisi-kisi geometris yang rapi, molekul air pada ASW tersusun secara acak, menyerupai struktur kaca. Karena itulah para ilmuwan sering menyebutnya sebagai glassy water atau air berbentuk kaca.

Fenomena ini sebenarnya telah diketahui sejak puluhan tahun lalu. ASW banyak ditemukan secara alami di ruang angkasa, terutama pada permukaan debu antarbintang, inti komet, satelit es, dan awan molekuler yang sangat dingin. Di lingkungan tersebut, uap air membeku begitu cepat sehingga molekul-molekulnya tidak sempat menyusun diri menjadi kristal.

“ASW berperilaku seperti padatan amorf yang terlebih dahulu berubah menjadi cairan sangat superdingin sebelum akhirnya membentuk Kristal,” ucap Bruce D. Kay dari Pacific Northwest National Laboratory.

Mengapa Es Biasa Mudah Mencair?

Es konvensional memiliki struktur kristal yang sangat teratur. Setiap molekul air berada pada posisi tertentu yang membentuk pola berulang.

Ketika suhu meningkat, energi panas membuat molekul-molekul tersebut bergetar semakin kuat. Getaran itu akhirnya memutus ikatan hidrogen yang menjaga struktur kristal tetap stabil. Begitu jaringan kristal runtuh, es berubah menjadi air cair.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Kuba Protes AS Terbitkan Su...

Popularitas PM Jepang Takaichi Makin Menurun

59 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Popularitas PM Jepang Takai...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Dinas ke Singapura dan Malaysia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Ditunggu KPK

Dinas ke Singapura dan Malaysia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Ditunggu KPK

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.