Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Viral Petugas Satpol PP Rampas Uang Tuna Netra, Begini Reaksi Bupati Aceh Barat

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 16:11 WIB | Oleh:
Viral Petugas Satpol PP Rampas Uang Tuna Netra, Begini Reaksi Bupati Aceh Barat Doc: ANTARA/Teuku Dedi Iskandar
Ket. Bupati Aceh Barat Tarmizi memperlihatkan uang sebesar Rp340 ribu milik pengemis tuna netra, yang sebelumnya diamankan petugas satpol pp saat melakukan inspeksi mendadak di halaman dinas setempat di Meulaboh, Senin (13/7).

MEULABOH -- Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyatakan petugas satpol pp di daerahnya tidak pernah merampas dan mengambil uang dari pengemis tuna netra, setelah kasus ini viral di media sosial sehingga menyebabkan kegaduhan dan menimbulkan beragam komentar masyarakat.

“Uang hasil penertiban yang diamankan sebesar Rp80.000 dan Rp260.000 dari pengemis, saat ini masih disimpan utuh dan dapat diambil oleh pemiliknya jika bersedia datang secara resmi ke petugas satpol pp,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi di Meulaboh, Senin petang.

Menurutnya, pernyataan seorang tuna netra yang diduga berasal dari sebuah kabupaten/kota di wilayah pantai utara Aceh viral di media sosial, yang menyatakan uang hasil mengemis telah dirampas oleh petugas Satpol PP. Menanggapi hal itu, Tarmizi mengatakan informasi yang berkembang sifatnya sepihak dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Ia mengakui, uang sebesar Rp340 ribu tersebut saat ini masih utuh dan disimpan oleh petugas di Kantor Dinas Satpol PP WH Kabupaten Aceh Barat.

Pemerintah daerah mempersilahkan pemilik uang untuk mengambil lagi uang tersebut kepada petugas, dan dipastikan akan diserahkan secara utuh tanpa kehilangan satu rupiah pun.

Tarmizi menjelaskan, uang yang sebelumnya diambil oleh petugas terhadap seorang pengemis tuna netra di Aceh Barat, dilakukan saat pelaku terjaring razia oleh petugas di sebuah lokasi di Meulaboh, ibu kota kabupaten setempat.

Menurutnya, uang tersebut diambil dengan harapan pelaku tidak melarikan diri saat akan dilakukan pembinaan karena tindakan mengemis di Aceh Barat dilarang tegas oleh pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat meminta kepada seluruh masyarakat di daerahnya, temasuk pengguna media sosial agar lebih bijak dalam menyikapi sebuah informasi yang belum jelas kebenarannya.

Tarmizi mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip tabayyun (cek dan ricek) terlebih dahulu sebelum mengambil kesimpulan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menata dan menertibkan keberadaan gelandangan serta pengemis (gepeng) di wilayahnya. 

Hal ini disampaikan menyusul komitmen pemerintah dalam merapikan basis data masyarakat miskin di Aceh Barat, mulai dari kaum duafa, anak yatim, hingga masyarakat dengan kategori miskin ekstrem.

Tarmizi menekankan bahwa dengan data yang kini sudah rapi dan terstruktur, tidak boleh lagi ada masyarakat asli Aceh Barat yang telantar atau mengalami kesusahan tanpa penanganan.

Sementara itu, terkait dengan adanya gepeng atau masyarakat dari kabupaten lain maupun dari luar daerah Aceh yang datang untuk meminta-minta, Tarmizi  menginstruksikan jajaran Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Barat untuk melakukan penertiban secara humanis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.