Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bank Emas Nasional Telah Himpun 153 Ton Emas sejak Diluncurkan Februari 2025

📅 Selasa, 14 Jul 2026, 13:17 WIB | Oleh:
Bank Emas Nasional Telah Himpun 153 Ton Emas sejak Diluncurkan Februari 2025 Doc: antara foto
Ket. Bank Emas Nasional

JAKARTA - Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengungkapkan ekosistem bullion atau bank emas nasional telah menghimpun sekitar 153 ton emas sejak diluncurkan pada Februari 2025.

"Sejak 20 Februari 2025 kami sudah mengakumulasi total emas, baik di Pegadaian maupun Bank Syariah Indonesia, sekitar 153 ton. Ini satu hal yang juga terus akan kami kembangkan," kata Ferry dalam Risk and Governance Summit 2026 di Jakarta, Selasa (14/7).

Menurut dia, pengembangan ekosistem bullion menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Ferry mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai reformasi sektor keuangan guna menjaga kepercayaan investor, antara lain melalui penguatan tata kelola pasar keuangan, peningkatan transparansi, dan pendalaman pasar keuangan domestik.

Selain itu, pemerintah bersama Bank Indonesia juga terus memperluas implementasi transaksi mata uang lokal (local currency transaction/LCT) dengan negara-negara mitra dagang untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing.

Sejak diluncurkan pada 2018, LCT telah diimplementasikan dengan enam mitra utama yakni Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

Di sektor pembiayaan, Ferry menyebut pemerintah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total Rp340 triliun guna menopang pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung sektor-sektor produktif.

Ferry menambahkan pemerintah juga terus memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam melalui penyempurnaan kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) guna meningkatkan transparansi, mencegah praktik under invoicing dan transfer pricing, serta mengoptimalkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Ia mengatakan berbagai lembaga internasional juga masih mempertahankan prospek positif terhadap ekonomi Indonesia.

Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen pada 2026, sementara Asian Development Bank (ADB) mempertahankan proyeksi sebesar 5,2 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemerintah Provinsi DKI Jak...

Indonesia-Arab Saudi Perluas Kerja Sama Sektor Transportasi

43 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Luar Negeri
Indonesia-Arab Saudi Perlua...
Megapolitan
Disperindag: Harga Komodita...
Ekonomi
Harga Sejumlah Kebutuhan Po...

Menkeu Purbaya Pastikan Tak Naikkan Tarif Pajak

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Ekonomi
Menkeu Purbaya Pastikan Tak...
Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.